Bisnis.com, JAKARTA — Analis dari perusahaan Morgan Stanley memperkirakan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengancam lebih dari 200.000 pekerjaan di sektor perbankan Eropa pada 2030. Peran-peran yang paling terdampak adalah bagian back office dan middle office.
Prediksi dari para analis menyebutkan bahwa dalam 5 tahun ke depan, banyak perbankan Eropa akan menggunakan AI, sehingga mengurangi lebih dari 200.000 pekerja dan menutup sejumlah cabang.
Selain itu, Morgan Stanley juga meramalkan industri perbankan bisa mengurangi sekitar satu dari setiap sepuluh pekerjaan. Hal ini dikarenakan bank-bank semakin banyak menggunakan AI dan memindahkan layanan mereka ke sistem online agar dapat menghemat biaya.
Pekerjaan yang paling berisiko berasal dari bagian layanan pusat bank seperti pekerjaan administrasi (back office), pengawasan transaksi (middle office), serta bagian manajemen risiko dan kepatuhan.
Bagian-bagian tersebut banyak melakukan tugas rutin yang dapat digantikan atau dipercepat oleh AI.
Dari 35 bank yang dianalisis, total jumlah pegawainya sekitar 2,12 juta orang. Jika pemangkasan 10% benar-benar terjadi, maka sekitar 212.000 pegawai berpotensi kehilangan pekerjaan.
Analis dari perusahaan Morgan Stanley memberikan penjelasan bahwa banyak bank sudah melakukan efisiensi dengan pemanfaatan AI.
“Banyak bank telah menyebutkan peningkatan efisiensi yang berasal dari AI dan digitalisasi lebih lanjut hingga mencapai 30 persen,” kata analis dari perusahaan Morgan Stanley, dikutip dari The Irish Times, Jumat (02/01/2026).
Saat ini, bank-bank Eropa sedang mengalami tekanan besar dari para investor untuk memangkas biaya dan meningkatkan keuntungan. Hal ini disebabkan karena kinerja bank-bank Eropa masih kalah dibandingkan bank-bank di Amerika Serikat.
Oleh karena itu, banyak bank mulai melirik AI sebagai alat utama untuk merombak cara kerja mereka agar lebih efisien.
Beberapa bank sudah mulai bertindak. Bank Belanda ABN Amro berencana mengurangi sekitar 20% pegawai tetapnya pada 2028, sementara CEO Société Générale dari Prancis mengatakan bahwa tidak ada bagian yang aman dari pemangkasan biaya.
Analis Morgan Stanley juga berpendapat AI dapat membantu bank menjadi lebih efisien, terutama dengan memperbaiki rasio biaya terhadap pendapatan, yaitu ukuran seberapa hemat sebuah bank menjalankan bisnisnya. Upaya pemotongan biaya lama sudah tidak terlalu efektif, sehingga AI dianggap sebagai solusi baru.
Meskipun demikian, perubahan ini diperkirakan akan sangat terasa di perbankan Eropa, terutama pada bank yang melayani konsumen langsung dan di negara seperti Prancis dan Jerman, karena biaya operasional bank di sana masih tergolong tinggi. Digitalisasi dan AI dapat mengubah cara bank bekerja dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, perkembangan AI juga menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya banyak pekerjaan, tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga di berbagai industri lainnya. (Nur Amalina)