Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan penyedia infrastruktur cloud dan keamanan siber global, Akamai Technologies (NASDAQ: AKAM), mengumumkan penandatanganan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi LayerX, perusahaan di bidang solusi AI usage control berbasis browser dan teknologi Secure Enterprise Browser (SEB).
LayerX adalah perusahaan rintisan keamanan siber yang didirikan dan berpusat di Tel Aviv, Israel. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2021 oleh Or Eshed dan David Weisbrot, yang merupakan veteran dari unit intelijen siber Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
Integrasi solusi LayerX akan memperluas cakupan proteksi Akamai langsung ke lini browser, tempat sebagian besar aktivitas korporasi kini berlangsung. Wilayah ini menjadi titik krusial interaksi harian tenaga kerja modern dengan aplikasi AI generatif, solusi Software-as-a-Service (SaaS) AI, hingga ekosistem AI agents.
Bahasa sederhananya, Akamai membeli LayerX karena mereka butuh sistem keamanan yang bisa ikut masuk ke dalam browser. Langkah ini penting untuk mengawasi dan memberikan kontrol penuh terhadap penggunaan AI (AI usage control) agar karyawan tidak sengaja membocorkan rahasia perusahaan saat mengobrol atau mengirim dokumen ke robot AI.
Berbeda dengan solusi browser proprietary enterprise konvensional yang mengharuskan perusahaan berpindah platform dan berisiko mengganggu produktivitas, LayerX mendukung penuh browser terpopuler yang sudah digunakan pasar.
Sistem ini menjamin fleksibilitas bagi pengguna untuk tetap berselancar secara aman menggunakan browser pilihan mereka, sekaligus memanfaatkan generasi baru browser agentic seperti Atlas, Comet, dan sejenisnya.
Tim keamanan siber akan mendapatkan visibilitas serta kontrol real-time yang lebih baik terhadap interaksi konten web, pengiriman perintah (prompt), unggahan dokumen, hingga operasional aplikasi SaaS tanpa perlu mengubah struktur infrastruktur TI yang ada.
Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, Mani Sundaram, mengungkapkan para pelanggan mengadopsi teknologi AI dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kendati demikian, kontrol keamanan konvensional saat ini dinilai tidak mampu melacak bagaimana karyawan berinteraksi dengan alat-alat AI tersebut, termasuk risiko pembagian informasi sensitif ke dalam model bahasa besar (large language models).
“Sehingga perusahaan dapat bergerak secepat AI tanpa mengorbankan keamanan dan kepatuhan,” ujar Mani dikutip dari keterangan pers, Selasa (26/5/2026).
Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder LayerX, Or Eshed, menyatakan mengamankan pemanfaatan AI oleh manusia maupun AI agents telah menjadi salah satu tantangan paling utama dalam lanskap keamanan korporasi masa kini.
Pihaknya optimistis sinergi bersama platform edge paling terdistribusi milik Akamai akan menyediakan fondasi kuat bagi perusahaan global untuk menerapkan kecerdasan buatan secara aman dalam skala luas.
Pasca-penyelesaian transaksi, seluruh karyawan LayerX termasuk para pendiri akan bergabung dalam organisasi Zero Trust Akamai.
Aksi korporasi ini sekaligus menjadi akuisisi perusahaan keamanan siber berbasis Tel Aviv keempat oleh Akamai dalam lima tahun terakhir, yang diproyeksikan memperkokoh kedalaman teknis pusat inovasi keamanan siber mereka di wilayah tersebut.