Bisnis.com, JAKARTA — PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) menjadi kontributor utama yang mengangkat bottom line sepanjang kuartal III/2025.
Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo mengatakan bahwa stabilitas laba pada periode Januari-September 2025 mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan di tengah kondisi bisnis yang menantang. Peningkatan signifikan disebutnya berasal dari pendapatan berulang di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).
“Pendapatan dari segmen utilitas industri JIIPE tumbuh pesat dibandingkan tahun sebelumnya, membentuk sumber pendapatan berulang baru yang kuat,” ujar Haryanto dalam keterangan resminya, Kamis (23/10/2025).
Haryanto menuturkan AKRA bakal memperkuat optimalisasi segmen perdagangan dan distribusi dengan prioritas utama berupa ekspansi ke wilayah Indonesia Timur, serta penguatan jaringan business-to-consumer (B2C).
Dia juga meyakini bahwa semakin kuatnya iklim investasi di Indonesia akan mendorong peningkatan penjualan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE.
Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir September 2025, AKRA meraih laba bersih senilai Rp1,65 triliun atau tumbuh 12,30% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang membukukan Rp1,46 triliun.
Kinerja positif laba bersih ditopang oleh pendapatan AKRA yang juga meningkat 13,22% year on year(YoY) menjadi Rp32,39 triliun, dari Rp28,61 triliun.
Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen perdagangan dan distribusi senilai Rp29,87 triliun, pabrikan sebesar Rp351,80 miliar, segmen logistik meraih Rp1,51 triliun, serta kawasan industri berkontribusi Rp1,27 triliun. Jumlah ini kemudian dikurangi penyesuaian eliminasi sebesar Rp612,35 miliar.
Sementara itu, perseroan mencatat beban pokok penjualan dan pendapatan senilai Rp29,62 triliun atau meningkat 12,83% YoY. Dengan demikian, AKRA meraih laba kotor Rp2,76 triliun pada kuartal III/2025, tumbuh 17,58% YoY.
Manajemen AKRA juga mencatat EBITDA mencapai Rp2,48 triliun, sementara margin laba bersih tetap terjaga di level 5%. Adapun return on equity (ROE) emiten distributor migas ini naik menjadi 20% dari 19% pada kuartal III/2025.
Di sisi lain, AKRA membukukan total aset Rp33,72 triliun hingga kuartal III/2025 atau tumbuh 1,86% year to date (YtD). Perinciannya, liabilitas naik 3,66% menjadi Rp19,16 triliun dan ekuitas turun 0,42% ke Rp14,56 triliun.
Adapun kas setara kas AKRA mencapai Rp5,84 triliun, tumbuh 25,66% YoY. Struktur keuangan juga tetap konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) 0,03 kali dan posisi kas bersih tercermin dari rasio net gearing -0,08 kali.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.