Bisnis.com, JAKARTA—PT Sumber Hidup Sehat (VIVA Apotek) resmi mengakuisisi 100% saham jaringan apotek Farmaku, yang mencatatkan penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar.
Setelah akuisisi, VIVA Apotek kini mengoperasikan total 125 gerai di 44 kota dan kabupaten di Indonesia, dari sebelumnya sejumlah 114 gerai.
Direktur Utama VIVA Apotek Haryanto Winata mengatakan langkah akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat skala bisnis dan meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan industri kesehatan nasional.
Akuisisi Farmaku oleh VIVA Apotek telah resmi diselesaikan dan ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat kesepakatan antara kedua perusahaan pada 10 April 2026.
Farmaku saat ini mengoperasikan 10 gerai apotek dengan penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar. Akuisisi ini diharapkan dapat memperluas jaringan VIVA Apotek sekaligus meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan sistem pengadaan.
“Akuisisi Farmaku menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan VIVA Apotek serta mendorong efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan teknologi. Kami melihat potensi sinergi yang kuat untuk mempercepat ekspansi dan memperluas akses layanan farmasi modern bagi masyarakat,” ujar Haryanto Winata dalam siaran pers, Kamis (16/4/2026).
Selain memperluas jaringan, akuisisi ini juga ditujukan untuk memperkuat penetrasi pasar pada segmen middle-up yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi di sektor ritel kesehatan.
Melalui integrasi kedua entitas, VIVA Apotek menargetkan berbagai potensi sinergi strategis, termasuk percepatan ekspansi jaringan, optimalisasi sistem distribusi, peningkatan peluang cross-selling produk kesehatan, serta efisiensi operasional melalui skala ekonomi.
Direktur Utama Farmaku Iswandi Simardjo menilai bergabungnya Farmaku dengan VIVA Apotek akan membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih besar bagi perusahaan.
"Perpaduan antara inovasi teknologi dan layanan digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan lebih mudah diakses oleh masyarakat,” kata Iswandi.
Hingga akhir 2025, VIVA Apotek telah mengoperasikan 115 gerai di 44 kota dan kabupaten di Indonesia. Lewat kehadiran Farmaku, perusahaan diharapkan mampu mengakselerasi penguatan infrastruktur jaringan, sekaligus mendongkrak penetrasi pasar secara masif di berbagai titik strategis nasional.
Dengan bergabungnya Farmaku, VIVA Apotek kini mengoperasikan total 125 gerai di 44 kota dan kabupaten di Indonesia.
Ke depan, VIVA Apotek juga terus memperkuat strategi omnichannel melalui integrasi toko fisik dengan platform digital, yang menghubungkan pelanggan dengan jaringan apotek secara real-time.