Bisnis.com, JAKARTA — Tragedi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) yang menewaskan 16 orang, membuat kereta penolong berwarna kuning dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.
Kehadiran kereta tersebut langsung menarik perhatian publik di tengah proses evakuasi korban. Banyak pihak kemudian mempertanyakan peran dan kegunaan dari unit khusus tersebut di lapangan.
Lalu apa fungsi kereta penolong atau kereta penyelamat ini sebenarnya?
Dilansir dari laman resmi PT Industri Kereta Api (INKA), kereta penolong adalah kereta khusus yang dilengkapi fasilitas medis, alat mekanis, dan perlengkapan evakuasi lainnya. Fungsinya untuk membantu penanganan darurat seperti kecelakaan, anjlokan, hingga gangguan operasional.
Kereta ini juga dirancang agar bisa bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan mobilitas tinggi. Hal ini membuat proses evakuasi korban maupun perbaikan sarana kereta bisa dilakukan lebih efisien.
Secara teknis, kereta penolong memiliki spesifikasi lebar sepur 1.067 mm, berbahan stainless steel, dan mampu melaju hingga 100 km per jam. Panjangnya mencapai 20 meter dengan beban gandar sekitar 14 ton.
Peluncuran kereta penolong sebelumnya dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia di Stasiun Bandung pada Jumat (15/3/2019). Satu rangkaian terdiri dari dua unit, yaitu untuk evakuasi sarana kereta dan penanganan korban serta kru.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro, menjelaskan bahwa kereta penolong ini merupakan hasil karya anak bangsa. Dia menyebut sebagian besar komponen dan interior dibuat di dalam negeri sebagai bentuk kemandirian industri perkeretaapian nasional.
“Interior semuanya pakai dalam negeri, tentu saja kalau engine mesinnya enggak,” ujarnya saat peluncuran, Jumat (15/3/2019).
Dia menambahkan bahwa versi terbaru kereta penolong ini memiliki peningkatan fungsi dibanding generasi sebelumnya. Kini, kereta tersebut juga dilengkapi fasilitas seperti ruang IGD untuk penanganan korban.
“Dengan adanya rangkaian kereta penolong terbaru ini, proses evakuasi tidak hanya fokus pada sarana, tetapi juga korban kecelakaan,” tambahnya.
Fasilitas di dalamnya mencakup ruang tindakan medis, ruang resusitasi, hingga ruang pasien untuk pertolongan pertama. Selain itu juga tersedia peralatan berat untuk menangani kondisi darurat di jalur rel.
Kehadiran kereta penolong menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan transportasi kereta api. Terutama dalam kondisi darurat seperti tragedi Bekasi Timur, perannya membantu mempercepat evakuasi dan penanganan korban di lokasi kejadian.