Bisnis.com, JAKARTA — Emiten peritel pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), memacu ekspansi internasional dengan merombak struktur kepemilikan bisnis luar negeri yang mencakup operasi di Filipina dan Bangladesh.
Langkah ini dilakukan melalui Sumber Alfaria Trijaya melalui anak usaha di Singapura, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA), sebagai kendaraan utama pengembangan bisnis global.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu (17/6/2026), ARA berencana meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui penerbitan saham baru yang seluruhnya akan diambil oleh Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. (GWI).
Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk membeli 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) serta mengakuisisi 70% saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd. (ATB) dari GWI.
Manajemen AMRT menyebutkan bahwa rangkaian transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perseroan di pasar global sekaligus mengintegrasikan aset dan kegiatan usaha internasional di bawah ARA.
Melalui transaksi ini, AMRT akan memperbesar eksposur terhadap pasar ritel Filipina yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menarik.
Dalam dokumen penilaian independen disebutkan bahwa pasar ritel Filipina diproyeksikan terus tumbuh seiring peningkatan konsumsi domestik, urbanisasi, serta investasi pemerintah pada infrastruktur logistik yang memperluas akses distribusi di luar kota-kota besar.
Saat ini, ATP mengoperasikan bisnis ritel makanan dan nonmakanan di Filipina. Per 31 Desember 2025, ARA menguasai 35% saham ATP, sementara GWI memiliki 10% saham dan sisanya dimiliki sejumlah pemegang saham lain termasuk SM Retail Inc. sebesar 50%.
Di sisi lain, ATB merupakan entitas yang menjalankan usaha perdagangan ritel dan grosir produk makanan maupun nonmakanan di Bangladesh. Melalui akuisisi 70% saham ATB, AMRT berupaya memperluas basis bisnisnya di Asia Selatan yang memiliki populasi besar dan tingkat konsumsi yang terus berkembang.
Perseroan menilai integrasi bisnis Filipina dan Bangladesh ke dalam satu payung usaha akan menciptakan efisiensi manajemen, memperkuat koordinasi operasional, serta meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk ekspansi internasional berikutnya.
"Selain itu, struktur kepemilikan yang lebih terbuka di ARA diharapkan memperluas akses terhadap dukungan strategis dan sumber pendanaan eksternal," papar manajemen AMRT.
AMRT juga menyatakan langkah tersebut memungkinkan perseroan mengelola risiko ekspansi global secara lebih terukur, sembari tetap mempertahankan pengaruh signifikan terhadap arah strategis bisnis internasional.
Dalam jangka panjang, perusahaan berharap ekspansi ini dapat memperkuat posisi keuangan konsolidasi melalui pertumbuhan ekuitas dan sinergi pendapatan dari operasi luar negeri.
Meski terkait pihak terafiliasi, manajemen menyebut transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material berdasarkan ketentuan OJK. Namun, transaksi tetap memerlukan penilaian independen karena masuk kategori transaksi afiliasi.