#30 tag 24jam
Tak Disangka! 2 Salat Ini Pahalanya Seperti Ibadah Haji
Ternyata ada salat yang pahalanya sebanding dengan pahala ibadah haji, yakni pahala salat isyraq dan salat Jumat. Kok bisa? Simak alasan dan penjelasannya berikut... | Halaman Lengkap [752] url asal
#haji #salat-jumat #pahala #amalan-setara-pahala-haji-dan-umrah #sholat-isyraq
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 01/06/26 12:40
v/207326/
Ternyata ada salat yang pahalanya sebanding dengan pahala ibadah haji, yakni pahala salat isyraq dan salat Jumat. Kok bisa? Simak alasan dan penjelasannya berikut ini.Salat Isyraq
Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi dan Bughyatul Mutathawwi’ disebutkan penamaan Salat Isyrâqatau Syurûq atau Thulû’, karena pelaksanaannya berkaitan dengan waktu matahari terbit (mulai memancarkan sinarnya) dan dilaksanakan saat awal waktu dhuha .Salat ini disyariatkan dan memiliki pahala sama dengan pahala haji dan umrah sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Mâlik ra dari Rasûlullâh SAW , beliau bersabda:
"Barangsiapa yang salat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk – dalam riwayat lain: ia menetap di masjid – untuk berzikir kepada Allâh sampai matahari terbit, kemudian ia salat dua raka’at, maka ia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.[HR at-Tirmidzi).
Hadis ini dinilai sebagai hadis hasan oleh Syaikh al-Albâni dalam Silsilah al-Ahâdîtsish Shahîhah, IX/189 no.3403, dan Misykatul Mashâbîh, I/212 no.971, dan Shahîhut Targhîb wat Tarhîb, I/111 no.464].
Hadis ini juga dikuatkan dengan adanya hadis:
Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasûlullâh SAW bersabda, “Barangsiapa mengerjakan salat Subuh di masjid secara berjamaah, lalu dia tetap berada di dalam masjid sampai melaksanakan salat sunnah (di waktu) Dhuha, maka (pahala) amalannya itu seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji atau umrah secara sempurna”. [HR Thabrani)
Hadis Anas bin Mâlik ra di atas menunjukkan besarnya keutamaan duduk menetap di tempat salat setelah salat Shubuh berjamaah sembari berzikir kepada Allâh Azza wa Jalla sampai matahari terbit, kemudian melakukan salat dua rakaat.
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-Utsaimin dalam "asy-Syarhul-Mumti’" menjelaskan salat ini dilaksanakan sesaat matahari telah terbit dan agak naik setinggi satu tombak (lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi, 3/158), atau berkisar 12 hingga 5 menit setelah matahari terbit.
Dahsyatnya Salat Jumat
Dalam Kitab Al-Mawaizh Al-Usfuriyah disebutkan pahala salat Jumat itu sangat dahsyat, bahkan salat Jumat disandingkan seperti Ibadah Haji 4 (empat) kali dalam sebulan.Syekh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury menceritakan kisah seseorang yang berbincang-bincang dengan ahli kubur. Al-Imam az-Zandusiti berkata: "Saya telah mendengar kalau Imam Abu Muhammad bin Abdillah bin Fadhl menyampaikan cerita pada saat beliau mengajar. Beliau bercerita dengan bahasa Persia. Cerita itu berbunyi bahwa diriwayatkan dari Al-Auza'i bahwa ia berkata, suatu hari Maisaroh bin Khunais melewati kuburan-kuburan.
Ia berkata, "Semoga keselamatan tercurahkan atas kalian semua wahai Ahli kubur! Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian. Semoga Allah merahmati, mengampuni, dan memberkahi kami dan kalian semua pada saat menghadap-Nya, yaitu pada saat kami telah mengalami apa yang telah kalian alami."
Kemudian Allah mengembalikan ruh ke jasad salah satu penghuni kuburan tersebut. Si penghuni kuburan itu menjawab salam Maisaroh dengan perkataan yang fasih: "Beruntung sekali kalian wahai penduduk dunia! Kalian bisa melakukan Haji setiap bulan sebanyak 4 (empat) kali."
"Kemana kami melakukan Haji sebanyak 4 kali di setiap bulan? Semoga Allah merahmatimu," tanya Maisaroh.
Si penghuni kubur itu menjawab: "Berangkat salat Jumat. Apakah kalian tidak tahu kalau salat Jumat adalah seperti ibadah haji yang mabrur dan diterima?"
Maisaroh melanjutkan: "Beritahu kami amalan yang bisa kami senantiasa lakukan!"
" Beristighfarlah! Wahai penduduk dunia! Istighfar adalah sesuatu yang paling bermanfaat di Akhirat," jawab si penghuni kubur.
Kemudian Maisaroh bertanya: "Apa yang membuat anda tidak menjawab salam kami tadi?"
Si penghuni kubur menjawab: "Salam merupakan kebaikan. Sedangkan kebaikan-kebaikan telah diangkat dari kami. Oleh karena itu kebaikan kami tidak akan bertambah dan keburukan kami pun juga tidak akan berkurang."
Si penghuni kuburan melanjutkan: "Kami telah meridhoimu dengan ucapanmu semoga Allah merahmati si fulan yang telah mati; untuk kami. Wahai penduduk dunia!"
Hajinya Orang-orang Fakir
Dalam satu Hadis disebutkan tentang keutamaan Jumat. Berikut bunyi hadisnya:
"Jumat adalah hajinya orang-orang fakir." (Hadis riwayat Al-Qadla'i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas)
Meski hadis ini tergolong lemah sanadnya, tetapi bisa diamalkan karena berkaitan dengan fadhail a'mal (keutamaan amaliyah) dan bukan dalam konteks penetapan hukum.
Syekh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju salat Jumat, seperti berangkat menuju tempat Haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-'Ibad)
Keutamaan pahala Jumat disandingkan dengan haji bukan berarti menyimpulkan ibadah haji bisa digantikan dengan Jumat. Bagi orang yang mampu, tetap berkewajiban melaksanakan haji.
Semoga Allah melimpahkan ampunan dan karunia-Nya kepada kita berkat memuliakan Jumat dan menghidupkan ibadah di dalamnya.
Khotbah Jumat: Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji
Khotbah Jumat kali ini mengusung tema tiga amalan yang setara dengan pahala ibadah Haji yang disampaikan Ustaz Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah... | Halaman Lengkap [895] url asal
#khotbah-jumat #amalan-setara-pahala-haji-dan-umrah #amalan #haji
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/05/26 05:15
v/214977/
Khotbah Jumat kali ini mengusung tema tiga amalan yang setara dengan pahala ibadah Haji. Berikut materi Khotbah Jumat Ustaz Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur dilansir dari laman Nahdatul Ulama.Khotbah Pertama
Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah!
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah subhanahu wa Ta'ala yang terus menerus memberikan kita semua nikmat, hidayah, dan inayah untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah, kewajiban dan menunaikan tanggungjawab. Semoga semua ketaatan ini menjadi ibadah yang diterima oleh-Nya, dan menjadi bukti bahwa kita semua termasuk orang-orang yang taat.
Sholawat dan Salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sahbih, yang telah sukses menjalankan visi misi dakwahnya dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang dalam bingkai rahmatan lil 'alamin, beserta para sahabat, keluarga, dan semua pengikutnya yang senantiasa berusaha untuk mengikuti seluruh jejak langkahnya.
Selanjutnya, melalui mimbar yang mulia, dan hari yang juga mulia ini, kami selaku khatib mengajak kepada diri sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang turut hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus berusaha dan berupaya dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, karena hanya dengan modal iman dan takwa, kita semua bisa menjadi hamba yang selamat di dunia dan akhirat.
Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah!
Salah satu pilar penting yang diwajibkan kepada kita semua adalah menunaikan ibadah haji ketika sudah mampu dan memiliki bekal yang cukup, terhitung dari berangkat hingga pulangnya. Karena itu, kewajiban haji hanya satu kali selama seumur hidup bagi semua umat Islam. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
Artinya: "Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS Ali 'Imran [3]: 97)
Kewajiban ibadah haji sebagaimana ayat di atas memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah. Selain menjadi penyempurna iman bagi orang yang menunaikannya, juga akan mendapatkan jaminan surga. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya, yaitu:
Artinya: "Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga." (HR Muslim)
Itulah balasan yang akan didapatkan oleh jamaah haji yang berhasil meraih haji mabrur, yaitu haji yang bisa menjadikan dirinya sebagai peribadi yang lebih baik dari sebelumnya, serta tidak mengulangi perbuatan maksiat dan dosa. Orang yang bisa meraih haji mabrur ini akan mendapatkan jaminan surga dari Allah yang penuh dengan nikmat.
Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah!
Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji, bisakah meraih pahala sebagaimana yang didapatkan oleh jamaah haji? Perlu diketahui bahwa orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji karena tidak memiliki bekal yang cukup masih memiliki kemungkinan untuk meraih pahala yang setara dengan ibadah haji, yaitu dengan cara menunaikan ibadah shalat Jumat.
Artinya, jika kita semua yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini merupakan golongan orang-orang yang tidak mampu untuk berhaji, maka salat Jumat adalah haji bagi kita semua. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits Nabi, yaitu:
Artinya: "Salat Jumat adalah haji bagi orang-orang fakir. Dalam riwayat yang lain: Sholat Jumat adalah haji bagi orang miskin." (Riwayat Ibnu Abbas)
Syaikh Abdurrauf al-Munawi dalam Kitab Faidhul Qadir Syarh Jami'is Shaghir mengatakan bahwa hadits di atas menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji disebabkan tidak memiliki bekal atau karena faktor lainnya, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah haji dengan cara menunaikan ibadah shalat Jumat.
Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah!
Selain dengan salat Jumat, banyak ibadah-ibadah lain yang nilai pahalanya setara dengan ibadah haji yang bisa kita lakukan semuanya, di antaranya adalah dengan cara istiqamah melakukan shalat wajib dengan cara berjamaah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya, yaitu:
Artinya: "Siapa saja yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Dan siapa saja yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah." (HR at-Thabrani)
Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa pergi menuju masjid untuk belajar agama atau untuk melakukan ibadah dan kebaikan, maka hal itu akan bernilai pahala sebagaimana pahala ibadah haji. Dalam salah satu haditsnya, Nabi bersabda:
Artinya: "Siapa saja yang berangkat ke masjid, yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya." (HR at-Thabrani)
Ma'asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah!
Itulah beberapa amalan yang bisa kita lakukan untuk meraih pahala yang setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. Sholat Jumat, istiqamah sholat fardhu berjamaah, dan pergi menuju masjid untuk melakukan kebaikan atau mengajarkannya, merupakan tiga amalan yang setara dengan ibadah haji menurut Hadits Nabi.
Oleh karena itu, jika kita termasuk golongan orang-orang yang tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah al-Haram, mari kita kerjakan salah satu dari yang tiga, atau bahkan kita istiqamahkan untuk terus melakukan ketiga-tiganya, sebagai ajang untuk meraih pahala yang setara dengan pahala ibadah haji.
Demikian khutbah Jumat perihal shalat Jumat sebagai momentum untuk meraih pahala yang setara dengan pahala ibadah haji. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan digolongkan sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aamin Ya Rabbal 'alamin.
Khotbah Kedua
Belum Bisa ke Tanah Suci? Ini Amalan Berpahala Setara Haji dan Umrah
Belum bisa ke Tanah Suci? Jangan berkecil hati, bila belum terwujud atau belum dikabulkan, Allah Taala masih menyediakan banyak amalan yang pahalanya senilai dengan... | Halaman Lengkap [462] url asal
#ibadah-haji #haji #haji-2026 #pahala #amalan-setara-pahala-haji-dan-umrah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 30/04/26 05:15
v/207079/
Belum bisa ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji? Jangan berkecil hati, bila belum terwujud atau belum dikabulkan, Allah Ta'ala masih menyediakan banyak amalanyang pahalanya senilai dengan pahala haji ataupun umrah. Amalan-amalan apa itu?Menurut Ustadz Muhammad Ihsan, dari Dewan konsultasi Bimbingan Islam menjelaskan amalan-amalan yang setara dengan pahala haji dan umrah, yang berdasarkan dalil-dalil hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Di antara amalan tersebut, antara lain:
Amalan yang Pahalanya Setara Haji/Umrah
1. Berzikir tasbih, tahmid, dan takbir setelah setiap salat wajib
Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata, “Para sahabat yang fakir pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata: Orang-orang kaya bisa mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Mereka mengerjakan salat seperti kami, berpuasa seperti kami, tapi mereka memiliki kelebihan harta untuk berangkat haji, umrah, berjihad dan sedekah.Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW berusaha menghibur hati para sahabat yang tidak sanggup untuk menunaikan ibadah haji, lalu beliau pun menunjukkan sebuah amalan yang sebanding dengan amalan haji, umrah dan berjihad.
2. Pergi ke masjid dengan tujuan menuntut ilmu atau mengajarkan ilmu
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:“Siapa yang pergi ke masjid dengan tujuan mempelajari ilmu atau mengajarkannya, dia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna.” (HR. Thabrani no. 7473, lihat shahih targhi wa tarhib no. 86).
3. Pergi ke masjid untuk melaksanakan salat wajib dalam keadaan bersuci
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda“Siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan sholat wajib, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berhaji.” (HR. Abu Dawud no. 558, lihat shahih targhib dan tarhib no. 320).
4. Pergi ke masjid untuk mengerjakan salat dhuha
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:“Siapa yang keluar dari rumahnya hanya dalam rangka mengerjakan sholat dhuha, maka pahalanya seperti pahala orang yang umrah.” (HR. Abu Dawud no. 558, lihat shahih targhib dan tarhib no. 320).
Ibnu Hajar Al-Haitamy ketika membahas salat dhuha berkata:
“Termasuk sunnah mengerjakan salat dhuha di masjid karena ada hadis yang menunjukkan hal tersebut, sehingga menjadi pengecualian (dari salat sunnah lainnya).” (Asyraful Wasail ila fahmissyamail : 1/408).
5. Salat subuh berjamaah kemudian duduk berzikir sampai terbit matahari, lalu mengerjakan salat dhuha (isyraq).
Dalilnya:“Siapa yang salat shubuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian mengerjakan salat dua rakaat, dia akan mendapatkan pahala haji dan umrah”. Rasulullah ﷺ bersabda: “sempurna, sempurna, sempurna”. (HR. Tirmidzy no. 586, lihat shahih aljami’ no. 6346).
Maksud mengerjakan salat saat matahari terbit adalah ketika matahari sudah setinggi tombak, kira-kira 15 menit dari matahari terbit.
Syaikh Muhammad bin Sholih al-utsaimin berkata: “Salat isyraq adalah sholat yang dikerjakan saat matahari sudah setinggi tombak, jika dikonversikan ke jam kira-kira 15 menit setelah terbit matahari. Inilah yang dinamakan salat isyraq, dan juga termasuk salat dhuha.” (Majmu’ fatawa wa rasail : 14/305).
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56