Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Apple menghadirkan fitur baru di aplikasi peta miliknya yaitu Apple Maps. Mulai akhir musim panas ini yang dimulai dari Amerika serikat dan Kanada, Apple akan menampilkan iklan di dalam aplikasi tersebut.
Iklan ini nantinya akan muncul saat pengguna mencari tempat tertentu, seperti restoran, toko, atau layanan lainnya. Namun, Apple memastikan iklan tetap ditampilkan secara jelas dengan penanda khusus, sehingga pengguna dapat membedakannya dari hasil pencarian biasa.
Dalam satu hasil pencarian, hanya akan ada satu iklan yang ditampilkan agar tidak mengganggu pengalaman pengguna.
Fitur ini terbuka untuk semua jenis bisnis, baik kecil maupun besar, selama mereka memiliki lokasi fisik dan sudah terdaftar di Apple Maps. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mempromosikan bisnisnya agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan yang sedang mencari layanan serupa.
Penambahan iklan ini menjadi cara baru bagi Apple untuk menambah pendapatan tanpa harus mengubah aplikasinya secara besar-besaran. Apalagi, pengguna saat ini sudah terbiasa dengan konsep iklan di aplikasi peta, seperti yang sudah lama diterapkan oleh Google Maps.
Dilansir dari Tech Crunch Rabu (25/3/2026), meski menghadirkan iklan Apple menegaskan privasi pengguna tetap menjadi prioritas. Data pribadi tidak akan dikumpulkan atau dibagikan ke pihak ketiga, dan seluruh informasi tetap disimpan di perangkat pengguna.
Di sisi lain, Apple juga memperkenalkan layanan baru bernama Apple Business, yaitu platform yang menggabungkan berbagai kebutuhan bisnis dalam satu sistem. Melalui layanan ini, perusahaan bisa mengelola email, kalender, data karyawan, hingga perangkat kerja dalam satu tempat.
Apple Business juga menyediakan fitur yang memudahkan pengelolaan karyawan, termasuk pemberian akun dengan penyimpanan iCloud gratis sebesar 5 GB. Jika membutuhkan kapasitas lebih besar, tersedia paket berbayar mulai dari US$0,99 per pengguna per bulan sekitar Rp16.700.
Selain itu, ada juga layanan dukungan tambahan seperti AppleCare+ for Business dengan harga mulai dari US$6,99 per bulan sekitar Rp118.000.
Tidak hanya untuk perusahaan besar, layanan ini juga dirancang agar mudah digunakan oleh bisnis kecil. Apple menyediakan sistem pengaturan otomatis sehingga pemilik usaha bisa langsung mengatur perangkat dan aplikasi karyawan tanpa perlu keahlian teknis khusus. (Nur Amalina)