Bisnis.com, JAKARTA — J&T Cargo memprediksikan lonjakan volume pengiriman barang sebesar 10% hingga 30% selama periode Ramadan—Lebaran 2026.
PR Media Relation & Partnership J&T Cargo Natalia Pangaribuan mengungkapkan, pihaknya telah memprediksikan momen tahunan ini dan menyiapkan langkah strategi. Pasalnya peningkatan volume barang bukanlah satu hal baru, karena juga kerap terjadi pada tanggal-tanggal kembar.
“Proyeksi kami peningkatan sekitar 10% sampai 30% lonjakan volume pengiriman barang saat ini, khususnya di momen Ramadan daripada pengiriman hari biasa,” ujarnya dalam Media Meet Up, Rabu (4/3/2026).
Khusus untuk menyambut Lebaran, J&T Cargo juga melakukan penyesuaian jadwal line haul, verifikasi kelayakan unit kendaraan, hingga pemeriksaan kesehatan dan tes urin bagi para pengemudi guna menjamin aspek keselamatan operasional di lapangan.
Pengawasan pergerakan kiriman pun dilakukan secara real-time untuk mendeteksi dini kendala operasional dan memberikan respons cepat terhadap setiap dinamika yang terjadi selama periode mudik.
Natalia menekankan, J&T Cargo berkomitmen dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional dengan mengusung strategi distribusi yang stabil, responsif, dan terkendali guna menghadapi periode peak season Ramadan tahun ini.
Keandalan perusahaan logistik yang berdiri sejak 2021 tersebut didukung oleh infrastruktur masif yang mencakup lebih dari 100 Gateway, armada berjumlah lebih dari 8.000 unit, serta sebaran 4.000 lebih outlet yang telah menjangkau 98% wilayah di Indonesia.
Natalia tak menampik memang masih terdapat wilayah yang belum terjangkau, khususnya di Indonesia Timur. Meski demikian, saat ini pengiriman ke Indonesia Timur tetap dapat dilakukan menggunakan hub.
“Memang kami saat ini masih melakukan penjajakan untuk memperluas wilayah [operasional] agar sampai di seluruh Tanah Air. Kami akan menopang lagi untuk dapat perluasan sampai ke wilayah Timur,” tambahnya.
J&T Cargo memastikan arus barang berjalan efisien dan terukur melalui sistem distribusi cerdas. Dukungan ini diwujudkan melalui ragam layanan seperti EZ Track, Fast Track, hingga Max Track yang dirancang untuk mempercepat perputaran barang serta menjaga cash flow bisnis, khususnya bagi sektor UMKM dan industri nasional.
Seluruh ekosistem ini dibangun untuk memberikan solusi rantai pasok yang komprehensif bagi para mitra bisnis di berbagai wilayah.
Pada 2025, J&T Cargo berhasil mencatatkan pencapaian Service Level Agreement (SLA) yang impresif, di antaranya performa pengiriman pada platform marketplace seperti Shopee yang mencapai 96,8% dan TikTok sebesar 97,8%.
“Capaian ini menjadi dasar bagi J&T Cargo untuk melakukan peningkatan berkelanjutan, termasuk optimasi rute dan pengawasan performa berbasis data demi kepuasan pelanggan,” lanjut Natalia.