Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan eksportir sarang burung walet, PT Abadi Lestari Indonesia membidik dana segar hingga Rp105 miliar dari penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Melansir prospektus yang dipublikasikan Senin (24/11/2025), PT Abadi Lestari Indonesia akan IPO dengan melepas maksimal 625 juta saham dengan harga Rp150-Rp168 per saham. Dengan begitu, RLCO berpotensi meraih dana segar senilai Rp93,75 miliar–Rp105 miliar.
Rencananya, RLCO akan menggunakan seluruh dana yang dihimpun dari aksi go public untuk membeli sarang burung walet sebagai modal kerja. Sebesar 56,33% bakal dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja RLCO dalam rencana pembelian sarang burung walet. Sementara itu, sebesar 43,67% bakal dialokasikan kepada PT Realfood Winta Asia (RWA) sebagai penyertaan modal untuk melakukan pembelian sarang burung walet. Abadi Lestari Indonesia menggenggam 93,75% saham RWA.
Perusahaan yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur itu telah didirikan sejak 2014. Sejak saat itu, RLCO telah melakukan ekspor terhadap sarang burung walet sebagai lini usaha utamanya.
Portofolio perseroan mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, dan inovasi nutrisi berbasis protein yang mendukung energi harian, pemulihan cepat, serta vitalitas jangka panjang.
Di pasar internasional, produk RLCO telah menembus pasar China, Hong Kong, hingga AS. Ekspor sarang burung walet olahan ke pasar China dilakukan oleh perseroan, sedangkan ekspor ke pasar non-China dijalankan melalui entitas anak.
Hingga 31 Mei 2025, total aset RLCO tercatat sebesar Rp685,77 miliar. Adapun, total liabilitasnya Rp509,25 miliar dan total ekuitasnya Rp176,52 miliar.
Induk usaha produsen Realfood itu membukukan kenaikan penjualan sepanjang 2022-2024 dari Rp379,45 miliar, menjadi Rp467,95 miliar dan Rp530,38 miliar. Sementara itu, penjualan RLCO dalam 5 bulan 2025 mencapai Rp231,31 miliar.
RLCO membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp8,8 miliar pada 2022, Rp7,59 miliar pada 2023, dan Rp9,63 miliar pada 2024. Laba bersih Abadi Lestari mencapai Rp12,38 miliar sepanjang Januari-Mei 2025.
Sebelum IPO, komposisi pemegang saham RLCO terdiri atas PT Realco Omega Investama 97%, Edwin Pranata 2,9%, Budioni 0,05%, Ediharyanto 0,05%. Setelah IPO, komposisi tersebut akan berubah menjadi PT Realco Omega Investama 77,6%, Edwin Pranata 2,32%, Budiono 0,04%, Edi Haryanto 0,04%, dan masyarakat 20%.
Milestone Bisnis PT Abadi Lestari Indonesia
- 2014 : Perseroan didirikan di Bojonegoro, Jawa Timur
- 2014 : Perseroan mengoperasikan pabrik pertamanya di Bojonegoro, Jawa Timur dengan Kapasitas 20 ton per tahun
- 2016 : Perseroan memulai kegiatan usahanya dengan mengekspor sarang burung
- 2017 : Pabrik Perseroan telah memiliki sertifikasi ISO 22000
- 2018 : Perseroan memperoleh izin GACC, yang membuka akses ke pasar ekspor sarang burung walet yang lebih besar, dan melalui entitas anak.
- 2022 : Perseroan telah memperoleh persetujuan FDA, yang meningkatkan kredibilitas ekspor produk ke pasar internasional.
- 2023 : Perseroan meluncurkan produk dalam bentuk bubuk untuk memperluas sumber protein tambahan dan juga berhasil memperoleh sertifikasi FSSC 22000
- 2025 : Perseroan mengakuisisi Entitas Anak, PT Realfood Winta Asia, untuk memperluas kegiatan usahanya