Koperasi Tani Ternak Literasi Sumbersari di Lamongan sukses raih omzet Rp50 juta/bulan lewat peternakan sapi dan diversifikasi usaha, didukung BI. [550] url asal
Bisnis.com, SURABAYA - Koperasi Tani Ternak (KTT) Literasi Sumbersari, Sambeng, Lamongan, Jawa Timur berhasil mengembangkan model peternakan sapi potong berkelanjutan lewat konsep kandang komunal yang terintegrasi.
Selain daging, kotoran dari hewan ternak milik para anggota koperasi juga diolah menjadi pupuk organik "Literasi" yang saat ini telah merambah pasar di tujuh kabupaten di Provinsi Jawa Timur.
Ketua KTT Literasi Sumbersari Tomi Distianto menjelaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya tidak hanya melakukan budidaya dan penggemukan sapi potong jenis Limousin, Simental, dan lokal. Namun, saat ini telah bertransformasi menjadi pusat pengelolaan limbah "Bank Literasi" yang melibatkan 250 warga desa.
"Bank Literasi itu adalah Bank Limbah Ternak Sumbersari. Masyarakat di sini bergabung menjadi nasabah, sehingga mereka bisa menyetorkan kotoran ternaknya, yang banyak terbuang, tidak termanfaatkan, yang menjadi sumber masalah pencemaran lingkungan," ungkapnya.
Tomi menjelaskan bisnis koperasi ini mengedepankan pemberdayaan bagi segenap anggotanya dengan sistem bagi hasil 60:40, yang membantu para peternak dengan keterbatasan modal.
"Ketika sapinya dijual laku Rp10 juta misalnya, maka Rp6 juta untuk anggota, yang Rp4 juta untuk koperasi. Koperasi menanggung semua biaya operasional, baik listrik, air, biaya perobatan. Semua biaya yang keluar untuk perawatan selain pakan itu ditanggung koperasi," ucapnya.
Saat ini, KTT Literasi memiliki total sebanyak 235 ekor hewan ternak, yang terdiri atas 70 ekor sapi potong di kandang koloni dan sisanya tersebar di rumah anggota, serta 70 ekor kambing dan domba.
"Dari hasil budidaya kambing tersebut, alhamdulillah bisa menyuplai kebutuhan warung sate yang sedang kami kembangkan. Untuk koperasi kami selain usaha breeding, kami juga bersiap untuk Iduladha yaitu penggemukan sapi maupun domba. Momen Iduladha ini menjadi momen yang baik sehingga permintaannya semakin banyak biasanya untuk kurban," ungkapnya.
Selain pupuk organik, diversifikasi usaha koperasi merambah ke sektor hilir melalui unit usaha katering hingga warung sate, yang bisa menyerap hingga 100 ekor domba per bulan. Tomi menyebut domba itu berasal dari budidaya anggota dan kelompok binaan di satu kecamatan serta untuk memutus mata rantai tengkulak.
Kinerja impresif KTT Literasi Sumbersari menarik perhatian Bank Indonesia (BI) melalui program Saka Jatim (Sarana Akselerasi Agribisnis Klaster). Sejak intensif dibina pada 2025, koperasi ini meraih prestasi sebagai Klaster Sapi Potong Terbaik tingkat Jawa Timur dan Juara 1 Championship Klaster Pangan tingkat Nasional.
Dukungan BI mencakup manajemen kelompok, administrasi keuangan, hingga bantuan fisik berupa satu unit kendaraan operasional dan gazebo untuk menunjang unit usaha warung sate.
"Alhamdulillah, BI sudah memberikan pembinaan, pendampingan, juga bantuan. Kami diajari bagaimana mengelola manajemen dalam kelompok tani ternak yang kami kembangkan," katanya.
Berkat diversifikasi usaha dari penjualan sapi, domba, pupuk organik, EduFarm, koperasi berhasil mencatatkan omzet bulanan di atas Rp50 juta. Kendati demikian, Tomi mengakui tantangan terbesar saat ini adalah menjaga kontinuitas kelompok dan minat generasi muda untuk menjalankan usaha agribisnis.
"Tantangan regenerasi ya karena mengingat anak-anak muda sekarang minatnya terhadap dunia peternakan dan pertanian ini sangat rendah sekali ya karena memang mungkin dianggap peternakan pertanian itu kurang menjanjikan," ujarnya.
Walau begitu, Tomi mengaku tetap optimistis bahwa keberhasilan KTT Literasi Sumbersari dapat menjadi bukti nyata bagi kaum muda bahwa sektor peternakan bisa menjadi sumber penghasilan utama yang menjanjikan di masa depan.
“Namun, lewat koperasi dengan usaha yang sudah kita jalankan ini menjadi satu bukti nyata, solusi, jawaban bagi anak-anak muda yang mungkin masih ragu. Apakah pertanian dan peternakan itu menghasilkan? Ternyata di sini kami bisa mewujudkan itu semuanya dan tidak hanya tambahan penghasilan, tetapi menjadi sumber penghasilan utama,” pungkasnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56