Bisnis.com, JAKARTA — Belanja masyarakat pada pekan kedua Juni 2026 tercatat tumbuh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Pada waktu yang sama, pengeluaran kelompok atas juga turun sejalan dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tumbuh moderat.
Hal ini terlihat dari Mandiri Spending Index (MSI) pada pekan kedua Juni 2026 yang berada di level 122,9 atau tumbuh terbatas 0,1% secara mingguan. Meski tumbuh terbatas, ini menjadi pertumbuhan positif yang terjadi usai kontraksi berturut-turut pada tiga pekan sebelumnya yakni 0,24%, 0,06% serta 0,05%.
"Meski kembali positif, pola belanja sejak Mei belum mencerminkan tren peningkatan," demikian dikutip dari keterangan tertulis Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dikutip Rabu (24/6/2026).
Pola ini terlihat berbeda apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Pada periode Juni 2025, pertumbuhan mingguan MSI cenderung menguat hingga 0,25% dibandingkan dengan pekan sebelumnya menjelang dan memasuki libur sekolah.
Di sisi lain, rata-rata pertumbuhan belanja pada kuartal II/2026 dibandingkan kuartal II/2025 yakni 6,1% (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 yakni 5,9% (yoy).
Namun demikian, pertumbuhan belanja pada kuartal II/2026 terlibat mulai melandai dibandingkan dengan kuartal I/2026 yakni 6,4% (yoy).
"Ini menunjukkan belanja masih resilien, tetapi momentum pertumbuhannya mulai lebih moderat. Efek awal libur sekolah lebih terbatas," demikian analisis dari kalangan ekonom Bank Mandiri.
Belanja pada minggu pertama libur sekolah 2026 juga masih stagnan dibanding dengan rata-rata empat minggu sebelum libur. Pola ini berbeda dari awal libur sekolah 2024 dan 2025, ketika belanja masing-masing meningkat sekitar 0,6% dan 0,4% dibandingkan dengan periode sebelum libur.
Secara historis, kenaikan belanja libur sekolah biasanya lebih terlihat pada pekan-pekan berikutnya. Kenaikannya bisa mencapai sekitar 2,4% di akhir periode libur, sebelum kembali melandai setelah periode libur berakhir.
Dari segi kelompok pengeluaran, kelompok menengah dan atas lebih banyak menopang belanja pada libur sekolah 2025 dengan peningkatan masing-masing sebesar 1,8% dan 2,2% dibandingkan dengan periode sebelum libur.
Sementara itu, kelompok bawah meningkat lebih terbatas sebesar 1,3%. Pola awal libur sekolah tahun ini berbeda, lantaran belanja kelompok atas turun 0,6% dibandingkan dengan rata-rata sebelum libur.
Kondisi ini sejalan dengan keyakinan konsumen kelompok atas yang lebih moderat, dengan rata-rata pertumbuhan bulanan IKK 2026 turun 1,8%, lebih dalam dibanding kelompok bawah (-1,0%) dan menengah (-0,9%).
Adapun Bank Indonesia (BI) pada Mei 2026 melalui IKK mencatat pola konsumsi masyarakat yang juga melandai. Pada bulan lalu, BI mencatat IKK turun ke 120,9 dari posisi 123 pada April 2026.
Sebagai salah satu komponen IKK, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menggambarkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan relatif stagnan. IEK Mei 2026 tercatat sebesar 129,7 atau relatif sama dengan bulan sebelumnya yakni 129,6.