Bisnis.com, JAKARTA — PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) sedang sibuk mengeksekusi sejumlah proyek strategis guna mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung transformasi perusahaan.
Hal itu disampaikan oleh direksi dan jajaran manajemen RAJA saat menggelar paparan publik tahunan yang dilakukan secara daring pada Senin (27/10/2025).
Deputy Director Business Development RAJA Wilson Kurniawan mengatakan bahwa perusahaan tengah mengerjakan dua proyek yakni pembangunan fasilitas kompresor gas di Sulawesi Selatan dengan target operasi kuartal IV 2025 serta pembangunan pipa BBM di Kalimantan Timur dengan target operasi pada kuartal IV 2027.
Selain proyek yang sudah berjalan, RAJA juga sedang menyelesaikan negosiasi dan uji tuntas atas sejumlah proyek strategis lainnya, termasuk rencana akuisisi dua perusahaan pelayaran dengan aset operasional berupa dua unit Liquefied Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu unit Very Large Gas Carrier (VLGC), serta investasi infrastruktur hilir migas di kawasan Indonesia Timur.
Proyek berikutnya yang sedang dituntaskan studi kelayakannya yakni pembangunan LNG Terminal di Banten dan LNG Plant di Kalimantan, serta rencana melakukan uji tuntas atas rencana akuisisi pembangkit listrik tenaga air dan biomassa sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Strategic Corporate Planning & Investment RAJA Praba Diwangkara menambahkan bahwa pengerjaan proyek-proyek strategis itu merupakan perwujudan dari visi jangka panjang RAJA untuk menjadi perusahaan energi terintegrasi terkemuka yang berkomitmen pada transisi energi berkelanjutan.
“Strategi RAJA mencakup pengembangan energi baru terbarukan, optimalisasi bisnis hulu–tengah–hilir, serta ekspansi ke bisnis LNG dan petrokimia guna memperkuat posisi RAJA dalam ekosistem energi nasional.”
Tahun ini, RAJA bersama dengan PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga telah merampungkan akuisisi Hafar Group sebagai langkah strategis untuk memasuki bisnis EPCI lepas pantai dan pengangkutan LNG.
“Langkah ini tidak hanya memperluas portofolio di sektor EPCI dan perkapalan, tetapi juga memperkuat rantai pasok energi serta sinergi bisnis berkelanjutan di lingkungan RAJA Group,” sambung Ogi Rulino, Direktur RAJA.
Ekspansi bisnis dan akuisisi tentu diharapkan mampu mendongkrak kinerja RAJA ke depan. Sampai dengan paruh pertama tahun ini, RAJA mencatat pendapatan senilai US$127,6 juta atau tumbuh 3,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan 4 tahun terakhir juga menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan, didorong oleh pertumbuhan pesat di segmen downstream dan kontribusi stabil dari segmen midstream.
Ekuitas Perseroan terus meningkat seiring dengan kenaikan laba bersih dan dampak positif divestasi RATU. Dengan likuiditas kuat, struktur modal sehat, dan komitmen pembagian dividen yang konsisten, RAJA berada pada posisi keuangan yang kokoh untuk mendukung ekspansi di masa mendatang.
Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi menegaskan bahwa fondasi bisnis yang solid, tata kelola yang kuat, dan strategi investasi berkelanjutan merupakan kekuatan utama perusahaan.
Dengan kontrak jangka panjang, profil keuangan yang sehat, dan tim manajemen berpengalaman, ujar Djauhar, RAJA optimistis menjaga pertumbuhan yang stabil dan kredibel.
“Perseroan berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah, likuiditas yang baik, dan pembagian dividen yang rutin sebagai bentuk konsistensi dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan investor.”