Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti milik Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mampu menjaga rasio-rasio keuangan pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, kendati terjadi penurunan kinerja.
Berdasarkan laporan keuangan, total aset BSDE meningkat sebesar 1,81% year to date (YtD) menjadi Rp77,40 triliun. Secara rinci, liabilitas turun 9,16% YtD menjadi Rp26,07 triliun dan ekuitas meningkat 8,46% YtD ke Rp51,32 triliun. Sementara itu, kas dan setara kas BSDE pada akhir periode mencapai Rp8,89 triliun pada kuartal III/2025, tumbuh sebesar 10,26% dari Rp8,07 triliun.
Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, menjelaskan peningkatan ekuitas yang signifikan itu mencerminkan akumulasi laba ditahan dan kenaikan kepentingan nonpengendali. Sedangkan penurunan liabilitas sejalan dengan kebijakan pengelolaan utang yang lebih konservatif.
Selanjutnya, hingga akhir kuartal III/2025 ini BSDE menurunkan debt-to-equity ratio (DER) menjadi 0,29x dari sebelumnya 0,30x yang menandakan struktur permodalan yang lebih sehat dan risiko keuangan yang lebih rendah.
Sementara itu, Equity-to-Asset Ratio (EAR) meningkat dari 62% menjadi 66%, memperkuat posisi ekuitas sebagai sumber pembiayaan utama. Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 3,83%.
“Ketahanan struktur modal BSDE turut diperkuat melalui penerbitan obligasi sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek di BSD City,” kata Hermawan dalam siaran resmi, dikutip Jumat (31/10/2025).
Melansir laporan keuangan perusahaan per akhir September 2025, BSDE mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp8,76 triliun. Jumlah ini terkoreksi 12,96% dibandingkan periode sama tahun lalu yakni Rp10,06 triliun.
Perinciannya, segmen real estat meraih pendapatan senilai Rp8,09 triliun atau turun 13,05% year on year (YoY). Sementara itu, segmen properti menorehkan pertumbuhan sebesar 6,12% YoY menjadi Rp535,76 miliar per kuartal III/2025.
Adapun pendapatan usaha dari segmen hotel berkontribusi Rp35,24 miliar, jalan tol menyumbang Rp74,85 miliar, dan lain-lain sebesar Rp23,04 miliar.
Di sisi lain, kendati beban pokok mampu ditekan 7,31% secara tahunan menjadi Rp3,21 triliun, efisiensi tersebut belum mampu menahan penurunan laba kotor yang ikut menyusut 15,80% YoY menjadi Rp5,55 triliun.
Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, BSDE mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp1,36 triliun atau melemah 49,53% dari posisi Rp2,70 triliun pada kuartal III/2024. Laba per saham juga terkoreksi ke posisi Rp65,20 dari sebelumnya Rp129,20.
Hermawan menegaskan pihaknya tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang didukung oleh fundamental keuangan yang solid dan strategi bisnis yang adaptif.
“BSDE tetap optimis terhadap prospek bisnis ke depan. Keyakinan ini didukung oleh pencapaian prapenjualan hingga September 2025 sebesar Rp7,10 triliun atau setara 71% dari target 2025. Pencapaian tersebut akan diakui sebagai pendapatan pada saat serah terima mendatang," papar Hermawan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.