NeutraDC, anak usaha Telkom, akan menambah kapasitas data center hyperscale sebesar 30 MW tahun ini, dengan fokus pada efisiensi energi dan keamanan. [698] url asal
Bisnis.com, JAKARTA— PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., pada tahun ini akan melanjutkan penguatan kapasitas data center hyperscale.
CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas fasilitas JKT-1 sebesar 12 megawatt (MW).
“Selain itu, NeutraDC juga melanjutkan komitmen pengembangan data center di Batam, yaitu NeutraDC Nxera Batam, dengan kesiapan kapasitas awal sebesar 18 MW,” kata Andreuw kepada Bisnis pada Rabu (21/1/2026).
Andreuw memastikan NeutraDC akan melanjutkan ekspansi data center secara selektif melalui peningkatan kapasitas di lokasi eksisting pada 2026.
Menurutnya, pengembangan tersebut tetap mengedepankan standar global, selaras dengan kebutuhan pasar, serta berfokus pada efisiensi energi, green data center, serta keandalan dan keamanan berkelas dunia.
Andreuw menambahkan, investasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan tata kelola yang kuat serta pengembalian investasi yang optimal.
Selain penguatan infrastruktur, lanjut dia, pada tahun ini NeutraDC juga memperkuat perannya sebagai digital ecosystem hub yang AI-ready melalui tiga produk utama, yakni Colocation, Compute, dan Connect.
Melalui portofolio tersebut, NeutraDC menghadirkan platform konektivitas terintegrasi, akses ke infrastruktur GPU berperforma tinggi, serta layanan colocation fleksibel yang mendukung kebutuhan AI, cloud, dan enterprise secara aman, andal, dan efisien.
Ke depan, NeutraDC juga terus melakukan kajian pasar dan kesiapan ekosistem untuk potensi pengembangan lokasi baru dengan pendekatan yang selektif dan bertahap.
“Guna memastikan setiap ekspansi selaras dengan kebutuhan pasar, konektivitas strategis, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang,” kata Andreuw.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memproyeksikan adanya penambahan kapasitas pusat data nasional sebesar 80–120 MW sepanjang 2026.
Ketua IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, berdasarkan survei internal organisasi serta masukan dari para anggota, sebagian besar operator pusat data memiliki agenda peningkatan kapasitas pada tahun ini.
“Secara agregat, diperkirakan akan ada penambahan kapasitas minimal sebesar 80–120 MW tahun ini, tergantung pada kesiapan infrastruktur, permintaan pasar, serta kestabilan ekonomi makro,” kata Hendra kepada Bisnis pada Selasa (20/1/2025).
Hendra menjelaskan, terdapat sejumlah pertimbangan utama yang mendorong ekspansi kapasitas pusat data di Indonesia. Faktor tersebut meliputi peningkatan permintaan layanan cloud dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dari sektor publik maupun swasta, serta kewajiban penyimpanan data di dalam negeri sesuai regulasi.
“Serta komitmen perusahaan untuk mengadopsi konsep green data center sebagai bagian dari target dekarbonisasi,” kata Hendra.
IDPRO juga mencatat tingginya minat pelaku global untuk memasuki pasar pusat data Indonesia. Berdasarkan pemantauan dan data yang dihimpun, diperkirakan akan ada sekitar 5–8 pemain baru yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu 1–3 tahun ke depan.
Hendra menyebut, para calon investor tersebut berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Timur, Amerika Utara, hingga Eropa. Menurut dia, masuknya pemain global didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital nasional yang terus meningkat.
“Tahun 2030 diperkirakan gross merchandise value akan mencapai USD350 miliar [atau setara sekitar Rp5.943 triliun], meningkatnya kebutuhan cloud lokal, serta kebijakan pemerintah yang semakin pro-investasi terutama di bawah Menkeu Purbaya,” kata Hendra kepada Bisnis pada Selasa (20/1/2026).
Proses pembangunan data center NeutraDC
Dalam mendukung masuknya investasi pusat data, IDPRO menjalankan peran sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, serta investor, baik domestik maupun global.
Peran tersebut dilakukan melalui sejumlah strategi utama. Pertama, advokasi regulasi dengan bekerja sama bersama instansi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang mendukung iklim investasi, termasuk kemudahan perizinan, ketersediaan lahan industri, serta pemberian insentif fiskal.
Kedua, promosi kolaboratif. IDPRO bersama mitra, termasuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), memfasilitasi forum investasi serta diskusi terbuka dengan calon investor global guna memperkenalkan potensi pasar Indonesia secara menyeluruh.
Ketiga, penguatan sumber daya manusia dan ekosistem pendukung. IDPRO mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal serta pengembangan ekosistem yang mencakup penyedia energi hijau, konektivitas jaringan, dan logistik.
Keempat, standardisasi dan sertifikasi pusat data nasional.
“Kami juga mendorong adopsi standar yang mengacu ke standar internasional seperti ISO dan Uptime Tier Certification untuk meningkatkan daya saing pemain lokal dalam menghadapi pasar global,” ujar Hendra.
Hingga April 2025, tercatat sebanyak 180 pusat data telah beroperasi di Indonesia dari berbagai skala. Delapan di antaranya dikategorikan sebagai Tier 4 dengan kemampuan operasional tertinggi, sementara tiga pusat data lainnya berfokus pada teknologi AI.
Dari sisi kapasitas, total kapasitas pusat data nasional tercatat sebesar 190 MW pada Oktober 2024 dan meningkat menjadi 290 MW pada Juni 2025.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56