Bisnis.com, JAKARTA — Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim buka suara terkait dengan kinerja PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) pada 2025.
Pada 2025, INDF mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 7% menjadi Rp123,49 triliun dari Rp115,79 triliun pada 2024.
Di sisi lain, Indofood mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 6% menjadi Rp24,57 triliun dari Rp23,09 triliun. Adapun, margin laba usaha INDF tetap stabil di kisaran 19,9%.
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 24% menjadi Rp10,68 triliun pada 2025 dari Rp8,64 triliun pada 2024. Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional perseroan, naik 1% menjadi Rp11,39 triliun dari Rp11,34 triliun.
Sementara itu, Indofood CBP mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 3% menjadi Rp74,85 triliun dari Rp72,60 triliun pada 2024.
Laba usaha ICBP naik 2%menjadi Rp16,66 triliun dari Rp16,32 triliun, dan margin laba usaha stabil di 22,3%. Laba tahun berjalan yang dapat diatrbusikan kepada pemilik entitas induk nalk 30% menjadi Rp9, 2 triliun dari Rp7,08 triliun pada tahun sebelumnya.
Tanpa memperhitungkan non-recuring items dan selisih kurs, core profit ICBP turun 4% menjadi Rp9,98 triliun pada 2025 dari Rp10,41 trillun pada 2024 terutama karena kenaikan beban bahan baku.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.
"Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," paparnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/3/2026).
Terkait dengan kinerja ICBP, Anthoni Salim mengatakan ICBP membuktikan ketangguhan kinerja keuangannya pada 2025 meskipun menghadapi situasi makroekonomi yang penuh tantangan. ICBP juga dinilai mampu mempertahankan kepemimpinannya di sektor barang konsumsi.
Ke depannya, lanjutnya, ICBP akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan Keunggulan operasional perseroan.