Bisnis.com, JAKARTA — PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) akan menambah penyertaan modal sebesar Rp195,83 miliar ke anak usahanya, PT Bogorindo Cemerlang (BC), guna mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri yang dikelola perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut akan menggunakan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I yang akan diterbitkan CSIS sebanyak 522,8 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Manajemen menjelaskan bahwa suntikan modal ini akan digunakan BC untuk pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar senilai sekitar Rp93 miliar, pengembangan infrastruktur di Bukit Panenjoan Rp10 miliar, pembangunan gudang di Kawasan Industri Sentul Rp7 miliar, serta pembebasan lahan tambahan di sekitar kawasan Cikembar untuk memperbesar landbank perusahaan.
“Rencana transaksi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan industri, khususnya Cikembar, sehingga meningkatkan valuasi dan pendapatan perseroan ke depan,” tulis manajemen CSIS dalam keterbukaan informasi, Rabu (12/11/2025).
Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan CSIS di BC akan meningkat dari 52,5%, memperkuat posisi perseroan sebagai holding properti dalam grup usaha CSIS.
Adapun nilai transaksi yang setara 55,31% dari ekuitas per 30 Juni 2025 itu dikategorikan sebagai transaksi material dan afiliasi, sebagaimana diatur dalam POJK No.17/2020 dan POJK No.42/2020. Penilaian kewajaran transaksi dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif Endang & Rekan, yang menilai nilai pasar 100% saham BC mencapai Rp828,81 miliar per 30 Juni 2025.
CSIS menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan atas transaksi tersebut pada 19 Desember 2025.
Sebelumnya, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS) menyiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) yang akan dilaksanakan pada 1–8 Desember 2025.
Melansir prospektus ringkas yang diterbitkan perseroan, CSIS bakal melepas sebanyak-banyaknya 1,04 miliar saham baru bernominal Rp100 per saham atau setara 44,44% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.
Rencana ini telah memperoleh restu pemegang saham melalui RUPSLB pada 9 Januari 2025, yang menyetujui perubahan modal dasar perseroan menjadi Rp770 miliar (7,7 miliar saham), sekaligus memberi kuasa kepada direksi dan komisaris untuk menetapkan rasio, harga pelaksanaan, jadwal, hingga penggunaan dana hasil rights issue.
Dalam aksi tersebut, setiap pemegang saham yang tercatat pada 27 November 2025 berhak memperoleh HMETD dengan rasio yang akan ditentukan kemudian, di mana 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru.
Tak hanya saham baru, perseroan juga akan menerbitkan 104,56 juta waran seri I atau 4,26% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran dapat dieksekusi mulai 1 Mei 2026 hingga 1 November 2028.
Manajemen CSIS menyampaikan, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat modal anak usaha, PT Bogorindo Cemerlang — dengan alokasi Rp93 miliar untuk infrastruktur Cikembar, Rp10 miliar untuk Bukit Panenjoan, Rp7 miliar untuk gudang di Sentul, serta sisanya untuk pembebasan lahan di sekitar kawasan industri.
Perseroan menegaskan, apabila pemegang saham tidak menggunakan haknya, kepemilikan akan terdilusi hingga 44,44% pasca-rights issue, dan bisa mencapai 46,81% bila seluruh waran seri I dieksekusi.
OJK telah menyatakan efektif atas aksi korporasi ini pada 17 November 2025, dan pencatatan saham hasil rights issue di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 1 Desember 2025.
Dari sisi kinerja, CSIS yang bergerak di sektor mebel, furnitur, jasa konstruksi umum, dan pengembangan properti mencatatkan laba bersih Rp23,92 miliar per 30 Juni 2025, tumbuh 13,9% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.