Bisnis.com, JAKARTA — Perum Damri memperkuat konektivitas antarpulau dan antarnegara menjelang periode mudik Lebaran 2026. BUMN transportasi darat ini mengandalkan rute baru Jakarta–Denpasar serta optimalisasi jalur internasional di Kalimantan untuk melayani pemudik.
General Manager Damri Cabang Jabodetabek, Nardi, menjelaskan bahwa rute Jakarta–Denpasar hadir sebagai opsi transportasi darat dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 26 jam.
“Untuk layanan Jakarta–Denpasar, tarif normal berada di kisaran Rp590.000, dengan penyesuaian kenaikan di angka 5 hingga 20 persen selama masa angkutan Lebaran,” ujar Nardi dalam acara media gathering di Jakarta, dikutip Minggu (8/3/2026).
Di sisi lain, Damri juga memastikan kesiapan layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) di wilayah Kalimantan yang menghubungkan Pontianak dan Singkawang dengan Kuching (Malaysia) hingga Brunei Darussalam. Jalur internasional ini diprediksi akan melayani sekitar 8.000 penumpang sepanjang periode Lebaran tahun ini.
SVP Komersial dan Pengembangan Usaha Damri, Agus Hari Survijanto, memaparkan bahwa perusahaan menyiagakan total 23 unit armada untuk layanan ALBN. Rinciannya terdiri dari 12 unit untuk rute Pontianak–Kuching, lima unit rute Pontianak–Brunei, dan lima unit rute Singkawang–Kuching. Selain itu, Damri tengah memproses pembukaan rute baru dari Putussibau menuju Kuching yang diharapkan dapat terealisasi tahun ini.
Untuk menyiasati kendala regulasi perizinan resiprokal di wilayah Malaysia, terutama pada rute dari Singkawang, Damri menerapkan skema kolaborasi teknis back-to-back dengan operator lokal.
“Kami menggunakan kerja sama dengan operator di sana. Jadi nanti dari Pontianak atau Singkawang, kita transfer di border (perbatasan). Setelah melewati kedua pintu perbatasan di Entikong atau Aruk, penumpang akan berganti dengan kendaraan dari perusahaan lokal Malaysia,” jelas Agus Hari Survijanto.
Agus menekankan bahwa meskipun terdapat mekanisme estafet armada di titik batas negara, Damri tetap menerapkan sistem satu tarif dan satu tiket terintegrasi. Penumpang tidak perlu melakukan pembelian ulang atau terbebani biaya tambahan saat berpindah armada di perbatasan.
Langkah ini diambil untuk menjaga efisiensi waktu tempuh dan kenyamanan pemudik lintas negara, mengingat tingginya volume pergerakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) saat musim libur panjang.
Damri optimistis integrasi layanan ini dapat meminimalkan kendala bagi sekitar 8.000 penumpang yang diprediksi melakukan perjalanan antarnegara selama masa angkutan Lebaran 2026.