Bisnis.com, JAKARTA — Platform sosial media yang dirancang untuk komunitas, Discord, menunda rencana verifikasi usia hingga paruh kedua 2026. Penundaan ini diumumkan secara resmi setelah platform itu menerima gelombang protes dari komunitas pengguna dan konten kreator.
Perusahaan memundurkan jadwal peluncuran yang semula ditargetkan pada Maret 2025 demi melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem keamanan.
Sentimen negatif muncul akibat kekhawatiran pengguna terhadap kewajiban pemindaian wajah dan pengunggahan identitas resmi untuk mengakses layanan.
Keputusan tersebut diambil untuk memberikan ruang bagi pengembang dalam memperkenalkan metode konfirmasi identitas yang lebih fleksibel. Fokus utama manajemen saat ini adalah menyediakan opsi yang kurang intrusif bagi minoritas pengguna yang memerlukan akses ke konten terbatas.
Chief Technology Officer (CTO) Discord Stanislav Vishnevskiy mengatakan perusahaan menyadari adanya kontroversi sejak rencana ini digulirkan. Pihaknya mengakui terdapat kekurangan dalam memberikan penjelasan transparan mengenai mekanisme proses verifikasi tersebut kepada publik.
“Banyak pengguna menganggap kami mewajibkan pemindaian wajah dan unggah kartu identitas bagi semua orang, padahal kenyataannya tidak demikian,” ujar Vishnevskiy dalam keterangan di blog resminya dikutip dari TechCrunch, Rabu (25/02/2026).
Menurut data dari Discord, diperkirakan 90% akun tidak memerlukan proses verifikasi manual karena sistem keamanan dapat mendeteksi status usia secara otomatis. Discord menggunakan berbagai sinyal akun untuk mengonfirmasi bahwa pengguna merupakan orang dewasa.
Sinyal tersebut mencakup masa aktif akun yang sudah lama serta riwayat penggunaan metode pembayaran yang sah di dalam platform. Selain itu, partisipasi dalam tipe server tertentu yang biasanya dibatasi untuk dewasa juga menjadi indikator penilaian sistem.
Bagi 10% pengguna yang tetap memerlukan konfirmasi usia, Discord berencana menambah opsi verifikasi melalui penggunaan kartu kredit. Metode ini dianggap lebih efektif dalam mengurangi hambatan teknis dibandingkan dengan pengunggahan dokumen pemerintah.
Operasional platform dipastikan tetap berjalan normal bagi pengguna yang memilih untuk tidak melakukan verifikasi identitas. Manajemen menjamin akun tidak akan dikunci, sehingga fitur pesan pribadi (DM), daftar teman, dan obrolan suara tetap dapat digunakan.
Konsekuensi bagi pengguna non-verifikasi hanyalah pemblokiran akses terhadap konten yang dibatasi usia (age-restricted content). Selain itu, pengaturan keamanan default untuk kategori remaja tidak akan dapat diubah tanpa konfirmasi usia yang valid.
Manajemen Discord juga memberikan perhatian khusus pada pemilihan mitra vendor verifikasi data guna menjaga kepercayaan pasar. Hal ini merespons kritik tajam terhadap Persona, vendor pihak ketiga yang sebelumnya dikaitkan dengan teknologi mata-mata.
Persona sempat memicu polemik karena mendapatkan dukungan investasi dari firma yang terafiliasi dengan program pengawasan federal di Amerika Serikat. Discord menyatakan telah mengakhiri uji coba terbatas dengan vendor tersebut demi menjaga integritas data pengguna.
Perusahaan kini berkomitmen hanya bekerja sama dengan vendor yang melakukan pemrosesan data sepenuhnya di perangkat pengguna. Kebijakan ini diambil untuk mencegah risiko kebocoran data di server pihak ketiga seperti yang pernah dialami 70.000 pengguna pada tahun lalu.
Discord juga akan memublikasikan ringkasan praktik data dari setiap mitra vendor secara transparan di situs resmi perusahaan. Strategi ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pengguna sebelum kebijakan verifikasi resmi diberlakukan secara menyeluruh di masa mendatang.