Bisnis.com, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengantongi pendapatan sebesar Rp820 miliar dari imbal jasa e-commerce Tokopedia sepanjang 2025.
Adapun imbal jasa e-commerce GOTO pada 2024 tercatat sekitar Rp690 miliar untuk periode 11 bulan sejak skema fee Tokopedia/Tokopedia Shop mulai berjalan. Manajemen menjelaskan angka Rp690 miliar tersebut setara Rp622 miliar setelah dikurangi PPN, dengan kontribusi kuartal IV/2024 sekitar Rp204 miliar (Rp183 miliar bersih).
Imbal jasa e-commerce adalah pos pendapatan berupa fee layanan yang dibayarkan Tokopedia, pasca diakuisisi TikTok Shop. GOTO sebagai pemilik minoritas dan penyedia ekosistem masih mendapat pemasukan.
Fee ini dihitung berdasarkan persentase berjenjang dari GMV Tokopedia/Tokopedia Shop, dan dibayarkan secara kuartalan
GOTO juga berhasil melampaui pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan tahun 2025 sebesar Rp1,8-1,9 triliun, dan menetapkan pedoman untuk tahun buku 2026 naik 59-69% menjadi Rp3,2-3,4 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan perusahaan mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun.
“Ini melampaui pedoman yang telah kami tetapkan,” kata Hans dikutip Rabu (11/3/2026).
Hans menambahkan pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis Financial Technology dan On-Demand Services (Gojek) sepanjang 2026.
Khusus untuk unit usaha On-Demand Services, GOTO memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan perusahaan dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.
“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut,” kata Hans.
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho mengatakan perusahaan terus berupaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line).
“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif,” kata Simons.
Untuk diketahui, GOTO mencetak pendapatan bersih Grup senilai Rp5 triliun pada Kuartal IV/2025 atau naik 19%. Adapun dalam setahun penuh, naik sebesar 24% menjadi Rp18,3 triliun.
Arus kas bebas yang disesuaikan mencapai Rp748 miliar pada Kuartal IV/2025 dan Rp966 miliar untuk setahun penuh.
Unit usaha Financial Technology mencetak rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp226 miliar pada Kuartal IV/2025, dan Rp497 miliar untuk setahun penuh, didorong oleh pertumbuhan di layanan pembayaran dan pinjaman.
Kemudian, unit usaha On-Demand Services (ODS) atau Gojek mencatatkan rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp415 miliar, naik 55% YoY pada Kuartal IV/2025, dan Rp1,4 triliun atau naik 105% YoY untuk setahun penuh.