Bisnis.com, JAKARTA — Membaca sentimen pasar menjadi salah satu keahlian penting bagi investorpasar saham untuk menghasilkan keputusan investasi yang tepat, selain juga melakukan analisis fundamental.
Hendri Wijaya, Financial Education Manager Sucor Sekuritas dalam acara Premium Market Talks, Kamis (9/4/2026) menjelaskan bahwa memahami persepsi dan ekspektasi pasar menjadi penting karena berkaitan dengan emosi dan keyakinan pelaku pasar terhadap saham, sektor atau kondisi ekonomi.
Memahami sisi fundamental, lanjutnya, berkaitan dengan mesin perusahaan, termasuk laba, pendapatan, margin, hingga valuasi. Sedangkan membaca sentimen, artinya mengikuti bagaimana narasi, ekspektasi, dan reaksi terhadap berita, yang menghasilkan arus uang di pasar saham.
"Salah satu kesalahn umum dalam membaca sentimen adalah berita bagus sudah pasti bullish, padahal belum tentu. Kesalahan lain, telat membaca narasi, masuk saat narasi viral," katanya dalam sesi diskusi secara online tersebut.
Selain itu, Hendri juga menjelaskan mengani empat fase pergerakan saham berbasis sentimen. Fase pertama yakni quiet accumulation, yakni ketika sebuah kabar belum ramai dibahas, volume transaksi muncul diam-diam, harga tidak turun walau market goyah, dan ada tanda-tanda diserap saat harga merah.
Fase kedua, early recognition, dengan ciri-ciri mulai breakout area penting, volume transaksi lebih aktif, kabar mulai dibahas di komunitas-komunitas investor, dan harga sebuah saham outperform sektor tertentu atau bahkan market.
Fase ketiga yakni public excitement, terjadi ketika sebuah sentimen ramai dibahas dan sikap fear of missing out (FOMO) mulai muncul. Fase keempat, distribution atau exhaustion yakni ketika sentimen mulai kehilangan tenaga.
Ciri-cirinya yakni ketika muncul berita bagus tetapi pergerakan naik harga tidak berlanjut, breakout sering gagal, volume besar tetapi ditutup lemah, dan upper shadow sering muncul.
Hendri berpesan bahwa untuk menjadi investor dengan keputusan investasi jitu, diperlukan kejelian untuk membaca arah pasar secara holistik dan tidak hanya ikut dalam arus tertentu.
"Salah satu rule-nya adalah masuk ke pasar ketika semua aturan masuk yang telah ditentukan dalam strategi perdagangan Anda terpenuhi. Jangan pernah masuk ke pasar berdasarkan prediksi, membaca berita, atau mendengarkan opini orang lain," ujarnya.
Sementara itu, Premium Market Talks adalah adalah wadah edukasi segala hal mengenai pasar saham dan investor, khususnya untuk pelanggan Bisnis Indonesia Premium. Acara ini rutin digelar untuk menambah pemahaman dan keahlian investasi para pembaca.
Terus ikuti pemberitaan di kanal Bisnis Indonesia Premium dan bergabunglah di sesi Premium Market Talks selanjutnya.