Bisnis.com, JAKARTA — Amazon mendesak regulator telekomunikasi Amerika Serikat (AS) untuk menolak proposal SpaceX yang ingin membangun konstelasi hingga satu juta satelit di orbit rendah Bumi sebagai jaringan pusat data luar angkasa.
Permintaan itu tertuang dalam petisi keberatan setebal 17 halaman yang ditujukan kepada Federal Communications Commission (FCC), yang menilai aplikasi SpaceX bersifat spekulatif dan tidak memiliki rincian teknis yang memadai sesuai ketentuan regulasi.
Unit bisnis satelit dari pesaing Starlink, Amazon Leo, menuduh bahwa pada dasarnya proposal ini hanyalah upaya untuk mempromosikan diri dan bualan semata.
“Menerapkan konstelasi berjumlah satu juta satelit yang diusulkan akan memakan waktu berabad-abad, bahkan jika diasumsikan ketersediaan seluruh kapasitas peluncuran global untuk melakukannya,” tulis Amazon Leo dalam petisinya dikutip, Selasa (10/3/2026).
Rencana SpaceX melibatkan pengerahan jutaan satelit untuk memproses beban kerja kecerdasan artifisial (AI) dengan memanfaatkan energi matahari dan suhu dingin ruang hampa sebagai sistem pendingin.
Namun, Amazon juga berargumen hal ini merupakan upaya untuk mengklaim prioritas atas sebagian besar sumber daya orbital tanpa niat pengerahan yang tulus.
Diketahui, hanya terdapat 4.526 satelit yang diluncurkan ke orbit di seluruh dunia sepanjang tahun 2025. Padahal, tahun tersebut merupakan rekor penerbangan luar angkasa.
Tantangan pemeliharaan juga dianggap memberatkan karena SpaceX harus mengganti sekitar 200.000 satelit per tahun untuk menjaga stabilitas konstelasi dengan asumsi masa pakai lima tahun.
Amazon Leo yang sebelumnya dikenal sebagai Project Kuiper memperingatkan bahwa izin ini akan menciptakan monopoli orbital yang menjadikan SpaceX sebagai penjaga gerbang ruang angkasa.
Analis dari firma Gartner turut memberikan catatan kritis dengan menggambarkan ide pusat data ruang angkasa sebagai "puncak kegilaan" karena dianggap tidak ekonomis bagi permintaan komputasi terestrial.
Saat ini, ketimpangan armada terlihat jelas di mana Amazon Leo memiliki sekitar 200 satelit di orbit, sedangkan Starlink diperkirakan mengoperasikan lebih dari 9.900 satelit.
CEO SpaceX Elon Musk tetap mengandalkan roket Starship dan visi pembangunan pabrik di Bulan untuk melontarkan satelit AI guna mewujudkan ambisi peradaban Tipe II.
Selain Amazon, American Astronomical Society dan Viasat juga mendesak FCC untuk menolak proposal tersebut karena kekhawatiran terhadap gangguan astronomi serta polusi atmosfer.