Bisnis.com, JAKARTA—PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA), mengumumkan perubahan jajaran komisaris—direksi sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Noprian Fadli salah satunya, masuk ke kursi direktur.
Dalam pengumuman RUPSLB PIPA pada 26 Januari 2026, pemegang saham menyetujui pengunduran diri sejumlah petinggi dan menunjuk wajah baru untuk memimpin jalannya perseroan.
Perubahan paling menonjol terjadi pada kursi Direktur Utama. Rapat menyetujui pengunduran diri Imanuel Kevin Mayola, dan mengangkat Firrisky Ardi Nurtomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur, kini resmi menjadi Direktur Utama.
Selain itu, rapat juga menerima pengunduran diri Junaedi dari posisi Direktur dan mengangkat Noprian Fadli sebagai anggota Direksi baru. Masa jabatan pengurus baru ini akan berlangsung hingga 30 Juli 2027.
Penyegaran organisasi juga merambah ke kursi Dewan Komisaris. Pemegang saham menerima pengunduran diri Susyanalief dari jabatannya sebagai Komisaris. Meski demikian, posisi Komisaris Utama tetap dijabat oleh Nicolas Sahrial Rasjid.
Penyelenggaraan RUPSLB ini dinyatakan sah karena telah memenuhi kuorum kehadiran, yakni dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.149.115.479 saham atau setara dengan 62,727% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Seluruh keputusan dalam agenda perubahan pengurus ini diambil secara bulat dengan 100% suara setuju.
Berikut adalah susunan terbaru pengurus PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) per Januari 2026:
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Firrisky Ardi Nurtomo
- Direktur: Noprian Fadli
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Nicolas Sahrial Rasjid
- Komisaris: Ramdani Eka Saputra
Dengan kepemimpinan baru ini, PIPA diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola perusahaan dan kinerja bisnisnya di industri pipa dan material bangunan.
Noprian Fadli
Sosok Noprian Fadli mendadak muncul mewarnai aksi akuisisi segelintir emiten berskala kecil di lantai bursa dalam setahun terakhir.
Sedikitnya ada tiga emiten yang terkait langsung dengan Noprian Fadli, yaitu PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA), PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA), dan PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE).
Nama Noprian Fadli muncul dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PIPA pada 6 Oktober 2025. Dalam dokumen yang dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, Noprian Fadli selaku Direktur PT Morris Capital Indonesia menyampaikan fakta material tentang penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) untuk membeli 43,8% saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA).
Hampir bersamaan dengan transaksi itu, sosok Noprian Fadli juga ada di balik rencana aksi akuisisi PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) oleh PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama (Triple B).
Dalam keterbukaan informasi 3 Oktober 2025, Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartono menyampaikan dua perusahaan tersebut sedang dalam negosiasi rencana pengambilalihan dan proses uji tuntas akuisisi 45% saham MEJA. Saham itu bakal diakuisisi Triple B dari Richie Adrian Hartanto S dan PT Interra Djaya Karya selaku pemegang saham mayoritas MEJA.
Ditelisik lebih jauh, Triple B merupakan perusahaan investasi, holding/induk, dan konsultan keuangan/manajemen yang berkantor di Plaza Sovereign, Cilandak, Jakarta Selatan. Senada dengan Morris Capital Indonesia, Noprian Fadli juga punya posisi strategis di Triple B Advisory.
Noprian Fadli terungkap sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate benefit owner/UBO) PT Bisnis Bersama Berkah dan PT Triple Berkah Bersama. Di dua perusahaan tersebut, Noprian Fadli sekaligus menjalankan peran sebagai Direktur.
Sebelum merancang aksi akuisisi PIPA dan MEJA, Noprian Fadli sudah lebih dulu melancarkan aksi investasi di PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE). Noprian Fadli Cs tercatat masuk ke dalam jajaran manajemen NINE pada Oktober 2024.