Bisnis.com, JAKARTA — Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai membuka data kepemilikan saham di atas 1% ke publik. Dengan keterbukaan ini, kepemilikan PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) terlihat dengan jelas.
Berdasarkan data tersebut, GOTO memiliki 20 pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Beberapa di antaranya adalah ASII dan Telkomsel.
ASII tercatat memiliki sebanyak 18,52 miliar saham GOTO, atau setara dengan 1,56% kepemilikan. Sementara itu, kepemilikan Telkomsel di GOTO saat ini mencapai 23,72 miliar, atau setara 1,99%.
Sebagaimana diketahui, ASII membenamkan investasinya pada 2018 saat itu di Gojek yang belum merger dengan Tokopedia dan menjadi GOTO. Pada saat itu, ASII diketahui membenamkan modal investasi sekitar Rp2 triliun untuk Gojek.
Presiden Direktur ASII kala itu, Prijono Sugiarto menjelaskan alasan di balik investasi ASII ke Gojek adalah untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama untuk meningkatkan produktivitas, selain juga untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis Astra dan mengakselerasi inisiatif Astra di bidang digital.
Sementara itu, Telkomsel menggenggam saham GOTO sejak tahun 2020. Salah satu alasan di balik investasi ke GOTO adalah manfaat sinergi dan financial gain yang bisa didapatkan TLKM, selain dari capital gain.
Adapun selain Telkomsel dan ASII, pemilik lain saham GOTO di atas 1% adalah SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. atau Softbank sebesar 91,1 miliar saham atau 7,65%, Taobao China Holding Limited sebesar 88,5 miliar saham atau 7,43%, PT Saham Anak Bangsa 26,8 miliar atau 2,26% kepemilikan, dan GOTO sebesar 33,61 miliar atau 2,82% kepemilikan.
Kemudian UBS AG Hong Kong sebanyak 31,95 miliar atau 2,68% kepemilikan, Google Asia Pacific Pte Ltd sebanyak 29,58 miliar atau 2,48%, Tecent Mobility Limited sebanyak 29,59 miliar atau 2,48%, Peak VX Partners GOTO Investment Holdings sebesar 29,37 miliar atau 2,47%, dan GOTO Peopleverse fund sebesar 29,43 miliar atau 2,47%.
Lalu Capret (SG) Pte Ltd sebesar 23,58 miliar saham atau 1,98%, Peak XV Partners Investments IV sebesar 18,21 miliar atau 1,53%, WP Investment VI BV sebesar 17,38 miliar atau 1,46%, Citibank Hong Kong S/A Bhinneka Holdings (22) Limited sebesar 17,04 miliar atau 1,43%, dan Platinum Orchid B 2018 RSC Limited sebesar 17,04 miliar saham atau 1,43%.
Pemegang saham lainnya ialah PT Provident Capital Indonesia sebesar 14,84 miliar saham atau 1,25%, William Tanuwijaya sebanyak 14,9 miliar saham atau 1,25%, Morgan Stanley and Co International Plc sebesar 14,56 miliar atau 1,22%, dan CGS International Securities Singapore Pte Ltd sebanyak 13,01 miliar saham atau 1,09% kepemilikan.