Bisnis.com, JAKARTA — PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mengamankan kesepakatan jual beli emas sebanyak 3 metrik ton per tahun dengan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk memperkuat penyerapan produksi domestik.
Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) antara Antam dengan anak usaha MDKA, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) selaku entitas anak PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) pada Rabu (4/3/2026).
Dalam perjanjian yang berlaku selama dua tahun ini, total volume transaksi disepakati sebesar 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce emas per tahun. Kontrak juga memuat opsi penambahan 3 metrik ton lagi setiap tahunnya.
Adapun kesepakatan memuat skema BSI dan PETS bertindak sebagai penjual, sementara Antam menjadi pembeli emas granula hasil pemurnian domestik.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, menjelaskan bahwa GSPA ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Grup Merdeka secara optimal di pasar domestik.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik” ucap Albert.
Adapun produksi emas yang masuk dalam klausul kerja sama ini berasal dari dua aset utama Grup Merdeka. Pertama, Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi yang telah beroperasi sejak 2017. Kedua, Tambang Emas Pani di Gorontalo yang merupakan proyek terbaru grup Merdeka.
Tambang Emas Pani sendiri mencatatkan tonggak sejarah penting dengan melakukan penuangan emas perdana (first gold pour) pada 14 Februari 2026. Sebelumnya, tambang ini telah mengirimkan batangan dore seberat 44,04 kg ke Antam untuk pemurnian perdana pada akhir Februari lalu.
Manajemen MDKA menargetkan penjualan emas murni perdana kepada Antam berdasarkan kontrak GSPA ini dapat terlaksana sebelum akhir Maret 2026.
Ke depan, Grup Merdeka optimistis peningkatan kapasitas produksi yang dibarengi dengan praktik pertambangan bertanggung jawab akan terus memperkuat kontribusi perseroan terhadap industri emas nasional.
_______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.