Bisnis.com, JAKARTA — Harga LPG non-subsidi di Indonesia berada di tengah rentang antara negara tetangga dan negara maju bila diukur per kilogram dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Di Indonesia, LPG non-subsidi tersedia dengan berbagai ukuran seperti 5,5 kg dan 12 kg. Rata-rata harga LPG non-subsidi di pangkalan masing-masing berkisar Rp110.000 per tabung dan Rp210.000 per tabung.
Artinya, harga tabung LPG 12 kg non-subsidi yang berkisar Rp210.000 per tabung setara dengan Rp17.500 per kg. Jika dikonversi mencapai sekitar US$1,06 per kg.
Untuk harga LPG 5,5 kg sekitar Rp110.000 per tabung, setara dengan Rp20.000 per kg atau US$1,21 per kg. Sementara itu, harga gas melon atau LPG 3 kg yang disubsidi pemerintah dijual di kisaran Rp19.000-Rp22.000 per tabung di tingkat pengecer/warung.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia misalnya, harga tabung LPG komersial non-subsidi berukuran 14 kg dihargai RM70 atau Rp274.568 per tabung. Artinya, harga LPG per kg mencapai Rp19.612, merujuk laporan Asia News Network.
Dikutip dari MyMesra, situs resmi ritel Petronas, untuk harga LPG subsidi yang didistribusikan Petronas memiliki dua ukuran tabung yaitu 14 kg seharga RM26,60 per tabung atau Rp104.335 per tabung, setara Rp7.452 per kg.
Untuk ukuran 12 kg seharga RM22,80 per tabung atau Rp89.430 per tabung, setara Rp7.452 per kg.
Jika dikonversikan, untuk harga LPG non-subsidi di Malaysia senilai US$1,18 per kg, sedangkan harga LPG subsidi 14 kg senilai US$0,45 per kg sama dengan harga LPG subsidi 12 kg.
Di sisi lain, US Energy Information Administration (EIA) melaporkan harga rata-rata propane ritel di AS mencapai sekitar US$2,67 per gallon, yang bila dikonversi ke satuan berat setara sekitar US$1,43 per kg.
Sementara itu, di Thailand, berdasarkan laporan Money and Banking, harga tabung LPG 15 kg dipasarkan sekitar 423 baht atau harga per kg sekitar US$0,87.
Dari data tersebut terlihat bahwa Indonesia tidak termasuk sebagai negara termurah maupun termahal dalam hal harga LPG non-subsidi. Thailand menunjukkan harga yang relatif rendah per kg, sedangkan AS berada di posisi tertinggi di antara bandingan ini.