Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi dapat menembus 9.700 hingga akhir 2026. Rekor tersebut bisa tercapai berkat valuasi pasar modal maupun pertumbuhan kinerja emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Herald van der Linde, Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research mengatakan bahwa prediksinya itu sebagian besar didorong oleh perbaikan valuasi atas kapitalisasi pasar saham secara umum, maupun pendapatan perusahaan yang diperkirakan semakin membaik di tahun ini.
Dia pun mengakui bahwa prediksinya itu tidak jauh dari prediksi yang disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Bendahara Negara itu sempat memprediksi IHSG tahun ini bisa mencetak rekor 10.000.
"Kami membutuhkan bukti bahwa pertumbuhan pendapatan benar-benar terjadi di Indonesia. Jadi, musim pelaporan sangat penting untuk itu dan apabila risiko tidak meningkat," ujar Herald pada media briefing dikutip Selasa (13/1/2026).
Adapun dari sisi sentimen, Herald menyebut pasar saham masih membutuhkan katalis positif dari sisi global. Kondisi akan membaik ketika semakin besar aliran modal asing masuk kembali ke negara-negara emerging markets, seperti Indonesia, setelah sebelumnya hanya masuk ke negara-negara seperti Korea Selatan dan Taiwan.
Selain sentimen positif dari global, pasar saham dinilai membutuhkan tidak adanya sentimen negatif dari domestik berupa potensi pelebaran defisit fiskal melampaui batas 3%.
Menurut Herald, apabila pemerintah memutuskan untuk melanggar batas undang-undang (UU) tersebut, akan ada konsekuensinya juga akan berpengaruh ke pasar saham.
"Apabila, misalkan, pemerintah bakal memutuskan untuk melampaui batas defisit fiskal 3%, yang mana itu tidak terjadi saat ini, namun apabila mereka berubah pikiran, itu mungkin akan menimbulkan risiko di saham. Jadi, itu yang akan bisa mengubah cerita saat ini," terangnya.
Dalam catatan Bisnis, IHSG sepanjang tahun lalu mengakhiri perdagangannya dengan menanjak 22,13% ke level 8.646,93. Pada tahun lalu, IHSG juga mencetak sejumlah rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).