Bisnis.com, JAKARTA—Pasar properti di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dinilai masih prospektif sebagai tujuan hunian, terutama bagi kalangan menengah, kaum milenial, dan profesional muda.
Optimisme ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Bekasi yang terus menunjukkan tren positif, ditopang oleh kawasan industri, infrastruktur, serta peningkatan daya beli masyarakat.
Laporan Cushman & Wakefield menyebutkan properti Bekasi menjadi salah satu wilayah yang bertumbuh pada 2025. Peningkatan suplai hunian rumah tapak mencapai 12% pada tahun lalu.
“Tingkat penjualan (sales rate) properti di Bekasi mencapai 95,8%, tertinggi kedua setelah Karawang,” seperti dikutip dalam riset.
General Manager Harmoni Park Group, Ardian Hendra, mengatakan sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, Bekasi menjadi rumah bagi ribuan perusahaan manufaktur nasional dan multinasional.
Aktivitas industri tersebut menciptakan lapangan kerja besar, mendorong arus urbanisasi, serta memicu pertumbuhan sektor pendukung seperti perdagangan, jasa, dan properti.
“Infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari jaringan tol, akses logistik, hingga transportasi publik, semakin memperkuat posisi Bekasi sebagai kawasan hunian strategis penyangga Jakarta,” tutur Ardian dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Ardian mengatakan tingginya pertumbuhan ekonomi di Bekasi turut tercermin dari kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi yang signifikan pada 2025. Kenaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan dampak berantai pada sektor properti, khususnya hunian komersial.
“Seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi, UMK Bekasi tahun 2025 juga naik cukup signifikan. Kenaikan ini diharapkan mendorong daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap sektor properti,” ujar.
Selain faktor ekonomi, Ardian menilai kebijakan pemerintah juga menjadi pendorong optimisme pasar. Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah serta pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk pembelian rumah dinilai sangat membantu masyarakat.
Menurutnya, berbagai insentif tersebut dapat memangkas beban pajak pembelian rumah hingga sekitar 16% dari total nilai transaksi. Rinciannya, BPHTB dipangkas sebesar 5%, sementara PPN sebesar 11% yang direncanakan naik menjadi 12% pada tahun berikutnya.
Memanfaatkan momentum tersebut, Harmoni Park Group meluncurkan program Harmoni Spekta 2026, yang menawarkan hunian real estate di lima proyek, yakni Harmoni Park Bekasi, Harmoni Park Residence, Harmoni Pasir Mukti, Bukit Mas Residence, dan Zetira.
Dalam program tersebut, Harmoni Park Bekasi menghadirkan berbagai tipe rumah, antara lain Tipe Aurora (30/66), Tipe Amour (36/66), Tipe Tropiska (45/72), dan Tipe Gisli (27/60), dengan harga mulai dari Rp300 jutaan hingga Rp800 jutaan.
Ardian menambahkan, dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, dukungan kebijakan pemerintah, serta pengembangan hunian yang terjangkau dan strategis, Bekasi diyakini tetap menjadi salah satu kawasan favorit bagi masyarakat yang mencari rumah pertama maupun investasi properti pada 2026.