Bisnis.com, JAKARTA — PT Indofarma Tbk. (INAF) tengah melakukan upaya perbaikan dan pemulihan dengan melaksanakan restrukturisasi perusahaan dan disuntik modal oleh PT Biofarma (Persero) senilai Rp220 miliar.
Corporate Secretary Indofarma, Hilda Yani mengatakan sesuai dengan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 September 2025, perseroan telah memperoleh dukungan pendanaan guna mendukung pelaksanaan efisiensi biaya operasi sebagaimana diatur dalam putusan homologasi.
Langkah efisiensi dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai komponen biaya operasional yang belum optimal, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha.
Dalam proses ini, Perseroan melakukan penyesuaian organisasi sesuai model bisnis yang akan dijalankan, agar kegiatan operasional dapat berlangsung secara lebih efektif dan efisien.
"Dengan dukungan pendanaan tersebut, Indofarma memastikan seluruh kewajiban terkait hak-hak karyawan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya kepada Bisnis dikutip, Selasa (14/10/2025).
Hilda melanjutkan bahwa perseroan saat ini tengah menjalankan program restrukturisasi menyeluruh sebagai bagian dari strategi penyehatan perusahaan.
Menurut Hilda, Rancangan Rencana Restrukturisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian perdamaian (homologasi) dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), sesuai dengan Putusan Perdamaian Nomor 74/PDT.SUS PKPU/2024/PN.NIAGA.JKT.PST yang telah disahkan pada 15 Agustus 2024.
Adapun INAF sebelumnya telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bio Farma (Persero) yang merupakan pemegang saham seri B terbanyak perseroan. Pinjaman tersebut berupa dukungan pendanaan bagi perseroan dengan nilai maksimal sebesar Rp 220,17 miliar.
Pinjaman tersebut berdurasi 12 bulan alias satu tahun dengan besaran bunga 7% per annum yang akan dibayarkan perseroan pada akhir masa pinjaman.
Kemudian, perseroan akan memberikan jaminan berupa aset non-jaminan pada 18 lokasi setelah perseroan memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pada sisi kinerja, INAF masih membukukan rugi bersih sebesar Rp43,55 miliar, pada semester I/2025, turun dari periode yang sama tahun lalu Rp101,94 miliar.
Penjualan bersih INAF tercatat menjadi Rp67,03 miliar hingga Semester I/2025 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp109,72 miliar.
-----------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.