Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia perlu mengubah paradigma dari pembeli menjadi produsen teknologi satelit. Untuk itu, para peneliti secara bertahap mengembangkan kemampuan nasional, mulai dari penggunaan komponen impor hingga
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Robertus Heru Triharjanto mengatakan bahwa pengembangan teknologi satelit di Indonesia sangat penting, untuk memperkuat kemandirian. Pengembangan satelit nasional bertujuan meningkatkan posisi Indonesia dalam industri antariksa global.
“Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai pembeli teknologi satelit, sementara nilai strategis terbesar berada pada negara produsen satelit dan penyedia layanan peluncuran,” ungkapnya dikutip dari situs resmi BRIN, Rabu (11/3/2026).
Robertus Heru menambahkan pada tahap awal pengembangan satelit nasional, sebagian besar komponen masih diperoleh dari luar negeri. Namun, secara bertahap peneliti mulai mengembangkan komponen lokal, seperti reaction wheel, star sensor, dan sistem kamera satelit.
Dia menyatakan bahwa meskipun pengembangan satelit pada awalnya menghadapi keterbatasan fasilitas, program tersebut tetap dapat berjalan berkat dukungan manajemen, pendanaan riset, serta koordinasi tim di BRIN.
Robertus Heru menilai kemampuan memproduksi satelit sendiri dapat mendorong lahirnya pusat keahlian, kolaborasi perguruan tinggi dan industri, serta membuka peluang terbentuknya industri satelit nasional.
“Program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi peneliti muda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui keterlibatan dalam perancangan, integrasi, hingga pengujian satelit,” ujarnya.
Dia melanjutkan, keberhasilan pengembangan dan pengoperasian LAPAN-A1 menjadi fondasi penting bagi program satelit nasional berikutnya. Menurutnya, kemajuan teknologi antariksa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh visi, kepemimpinan, dan kerja tim yang kuat.
Satelit tersebut mulai dikembangkan pada 2003 melalui kerja sama dengan Technical University Berlin. Peluncurannya dilaksanakan pada 10 Januari 2007 dengan menggunakan roket PSLV-C7 milik Indian Space Research Organisation dari Satish Dhawan Space Centre di Sriharikota. LAPAN-A1 menandai keberhasilan Indonesia mengoperasikan satelit hasil pengembangan nasional di orbit.