Bisnis.com, JAKARTA— PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat rerata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU) sebesar Rp44.000 sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 15,8% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp38.000 pada 2024.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, pertumbuhan ARPU tersebut didorong oleh penerapan personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta penguatan kualitas jaringan.
“Serta fokus kami yang konsisten dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang luar biasa,” kata Vikram dalam keterangannya pada Rabu (11/2/2026).
Sejalan dengan itu, Indosat menghadirkan berbagai inovasi yang berfokus pada pelanggan, salah satunya fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection. Solusi tersebut diklaim mampu melindungi pelanggan di berbagai kanal digital melalui platform agentic yang canggih.
Selain peningkatan ARPU, Vikram menyampaikan perusahaan menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid, ditandai oleh pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, serta laba bersih yang positif.
Pada kuartal terakhir 2025, Indosat membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 9% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ) menjadi Rp15,36 triliun. Kinerja tersebut diperkuat oleh pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar 53,5% secara QoQ dan 12,2% secara YoY menjadi Rp5,5 triliun.
Sementara itu, EBITDA Indosat meningkat 12% menjadi Rp26,6 triliun. Pertumbuhan EBITDA yang lebih cepat dibandingkan pendapatan menegaskan fundamental keuangan perusahaan yang sehat serta kedisiplinan dalam mengeksekusi strategi bisnis.
“Dengan terus berfokus pada pengalaman, keamanan, dan kepercayaan digital, Indosat berkomitmen untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan jangka panjang serta menghadirkan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Vikram.
Pada 2025, Indosat juga meluncurkan solusi fixed wireless access (FWA) melalui merek HiFi Air guna mendukung kebutuhan digital pelanggan yang terus berkembang. Dengan layanan 5G dan HiFi Air yang kini tersedia di 24 kota di seluruh Indonesia, Indosat menutup tahun 2025 dengan sekitar 400.000 pelanggan Home Broadband (HBB).
Berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi integrasi kecerdasan artifisial dengan kapabilitas jaringan canggih untuk menghadirkan konektivitas yang lebih cerdas, adaptif, dan berorientasi pada manusia. Melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur digital, operasional berbasis data, serta inovasi, Indosat terus mempercepat transformasinya menjadi perusahaan berbasis AI.