Bisnis.com, JAKARTA — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) berencana mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) melalui penyertaan modal senilai Rp280,4 miliar. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena setara 65,33% dari ekuitas perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, INET akan mengambil alih 180.000 saham baru SGI dengan harga Rp1,56 juta per saham. Setelah transaksi, INET akan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 60%, sementara pemegang saham lama terdilusi menjadi sekitar 40%.
Manajemen menyebut akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas end-to-end di bisnis infrastruktur telekomunikasi, khususnya penggelaran kabel fiber optik bawah laut (submarine cable). SGI sendiri merupakan perusahaan kontraktor telekomunikasi yang fokus pada pembangunan jaringan kabel laut melalui entitas anaknya.
Dengan akuisisi ini, INET akan memperoleh keunggulan operasional dari kepemilikan kapal khusus penanaman kabel. Hal tersebut dinilai dapat mempercepat pembangunan jaringan, meningkatkan efisiensi biaya proyek, serta memperkuat kontrol terhadap kualitas dan waktu pengerjaan.
Selain itu, langkah ini juga membuka peluang sinergi antara bisnis penyedia layanan internet (ISP) INET dengan kemampuan konstruksi infrastruktur laut milik SGI. Perseroan menilai sinergi tersebut dapat menciptakan sumber pendapatan baru, termasuk dari jasa instalasi bagi pihak ketiga.
Dari sisi valuasi, penilai independen menaksir nilai pasar 100% saham SGI sebesar Rp175,2 miliar atau Rp1,46 juta per saham. Sementara itu, nilai transaksi akuisisi berada sedikit di atas valuasi tersebut, tetapi dinyatakan wajar berdasarkan analisis independen.
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026.
Melalui aksi korporasi ini, INET berharap dapat memperluas jaringan backbone, termasuk konektivitas antar pulau dan internasional, seiring meningkatnya kebutuhan trafik data, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain terintegrasi di industri telekomunikasi nasional.
INET sebelumnya telah mengintegrasikan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) ke dalam ekosistemnya. Investasi terhadap SGI diproyeksikan akan memberikan kekuatan besar bagi INET, menciptakan sinergi antara keunggulan sumber daya manusia dari PADA dengan kapabilitas teknis dan aset strategis yang dimiliki oleh SGI.
SGI memiliki dua kapal khusus yang menjadi aset kritikal dalam industri ini, yaitu Pacific Guardian dan Nostag 10. Kapal-kapal ini dirancang khusus untuk instalasi kabel serat optik serta kabel listrik bawah laut, memberikan kemandirian operasional yang tinggi. SGI memiliki pengalaman panjang dalam menangani proyek strategis nasional, termasuk keterlibatan penting dalam jaringan Palapa Ring.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, SGI menunjukkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp291,06 miliar. Perusahaan juga berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp44,04 miliar, membuktikan efisiensi dan potensi profitabilitas yang kuat.