Bisnis.com, JAKARTA — PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memandang positif prospek bisnis pada 2026 ditopang kontribusi dari Kilang Minyak Aster hingga integrasi hilir hingga di Singapura.
Pada kuartal I/2026, BRPT mencatatkan lonjakan kinerja seiring dengan kontribusi kuat dari operasi kilang minyak di Singapura. Grup milik Prajogo Pangestu tersebut juga melakukan integrasi bisnis hilir melalui akuisisi aset ritel bahan bakar milik ExxonMobil.
Seperti diketahui, anak usaha BRPT, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengoperasikan Kilang Minyak Aster (sebelumnya Shell Energy & Chemicals Park) yang diakuisisi pada April 2025. Perseroan juga memiliki jaringan bahan bakar ritel merek Esso di Singapura yang diakuisisi dari ExxonMobil pada Januari 2026.
Direktur Utama Barito Pacific Agus Salim Pangestu menyampaikan penguatan kinerja pada kuartal I/2026 tidak terlepas dari optimalisasi operasi di Singapura.
“Kinerja ini terutama didorong oleh margin kilang minyak yang sangat kuat di operasi Singapura, yang ditopang oleh tingginya crack spread regional, optimalisasi bauran produk, serta disiplin dalam pengadaan bahan baku. Pencapaian tersebut lebih dari mampu mengimbangi volatilitas yang masih berlangsung di segmen petrokimia,” jelas Agus dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
BRPT mencatat pendapatan sebesar US$2,57 miliar atau meroket 232,18% secara year on year (YoY) pada kuartal I/2026. Laba bersih juga mencapai US$90,48 juta, melejit 459,90% YoY
Agus melanjutkan, penyelesaian akuisisi jaringan SPBU Esso, bagian dari aset ritel ExxonMobil di Singapura, mulai dikonsolidasikan penuh sejak awal 2026. Akuisisi ini dinilai menjadi kunci dalam memperkuat integrasi vertikal Perseroan, khususnya di segmen hilir.
Perseroan juga menilai transaksi tersebut akan langsung memberikan kontribusi positif terhadap laba, didukung oleh arus kas yang kuat serta sinergi operasional dan komersial. Pada 2026, sambung Agus, Barito Pacific tetap memandang prospek secara hati-hati tetapi tetap optimistis.
Dengan dukungan margin kilang minyak yang masih relatif kuat, kontribusi penuh dari integrasi aset hilir di Singapura, serta disiplin operasional di seluruh lini bisnis, perseroan menilai fondasi kinerja saat ini memberikan ruang untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal itu terjadi di tengah dinamika pasar energi dan petrokimia global.