Arsari Group, milik Hashim Djojohadikusumo, investasi di PT Indokripto Koin Semesta (COIN) dan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) untuk mendukung transformasi digital Indonesia. [871] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo kembali melancarkan aksi korporasi di lantai bursa. Kali ini, Arsari Group menanamkan modal di emiten ekosistem bursa kripto, PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) dan resmi masuk dalam jajaran pemegang saham.
Langkah itu melanjutkan aksi investasi Arsari Group ke dalam PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) pada akhir 2024.
Arsari Group, melalui perusahaan investasinya PT Arsari Nusa Investama, mengumumkan telah masuk sebagai pemegang saham COIN pada Rabu (10/12/2025). Namun, Arsari tidak mengungkap berapa banyak saham COIN yang diborong dan berapa nilai transaksinya.
Merujuk data Bursa Efek Indonesia, transaksi saham COIN di pasar reguler pada Rabu (10/12/2025) relatif jumbo. Nilai transaksinya mencapai Rp1,23 triliun yang melibatkan 28,29 juta saham dengan frekuensi 91.684 kali.
Selain itu, BEI mencatat terjadi 7 kali transaksi saham COIN di pasar non-reguler atau negosiasi senilai Rp352,95 miliar yang melibatkan 294,11 juta saham COIN pada perdagangan kemarin.
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menyampaikan keputusan investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia.
Terlebih lagi, Arsari Group memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional, termasuk aset kripto dengan mengedepankan tata kelola yang baik,” ujar Aryo dalam siaran pers, Rabu (10/12/2025).
Aryo menambahkan investasi ini bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi tentang membangun kedaulatan digital Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Menurut Aryo, ekosistem aset digital di Indonesia semakin berkembang dengan dukungan regulasi yang semakin matang melalui pengawasan aset digital oleh OJK. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi aset digital dan pusat perdagangan aset digital di kawasan di Asia Tenggara.
“Kami memandang Industri Aset Keuangan Digital sebagai salah satu kunci akselerasi transformasi digital, yang menjadi pilar vital dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, Arsari Group mendukung penuh pengembangan sektor ini demi mewujudkan kedaulatan digital Indonesia,” imbuh Aryo.
Masuknya korporasi ke COIN menandai kepercayaan institusi yang kuat terhadap masa depan industri aset digital Indonesia. Keputusan tersebut sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi berbasis aset digital.
Direktur Utama COIN Ade Wahyu, menyebut kehadiran Arsari Group memberikan nilai tambah yang signifikan bagi COIN, terutama dalam memperkuat tata kelola yang baik untuk korporasi skala besar.
“Selain itu, masuknya Arsari Group juga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada industri aset digital secara umum, serta khususnya kepada COIN,” jelas Ade.
Dengan dukungan keahlian lintas sektor dan jaringan global Arsari Group, COIN akan mempercepat pengembangan produk-produk inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Indonesia kini menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Hal ini tercermin dari data OJK hingga akhir Oktober 2025 yang mencatat jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen, dengan total nilai transaksi menembus Rp409,56 triliun.
Posisi strategis ini diperkuat oleh laporan 2025 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia.
Melalui entitas usaha yang berbeda, Arsari Group sudah lebih dulu menjadi pemegang saham WIFI. Transaksi itu dilakukan pada akhir 2024.
Sebagai informasi, WIFI menjelaskan pada 23 Desember 2024, telah terjadi penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) antara pemegang saham pengendali PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) dengan beberapa pengusaha dan tokoh nasional, untuk mengambil sebagian saham WIFI.
Tinawati sebagai pemegang saham WIFI telah menjual 45% saham PT Investasi Sukses Bersama kepada PT Arsari Sentra Data, sehingga terjadi perubahan kepemilikan terhadap saham WIFI secara tidak langsung. Dengan pembelian itu, Arsari Sentra Data menggenggam 22,55% saham WIFI secara tidak langsung melalui kepemilikan 45% pada PT Investasi Sukses Bersama.
“Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan status kepemilikan saham secara tidak langsung,” kata Direktur Utama WIFI Yune Marketatmo, Jumat (10/1/2025).
Setelah masuknya Arsari Group, WIFI bergerak dengan lincah. Pada Rabu (22/10/2025), Surge melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama multi-tahun dengan Qualcomm Technologies, Inc. untuk penyediaan solusi platform Qualcomm Dragonwing FWA.
Kerja sama ini akan mendukung Proyek Broadband Terjangkau Surge, yang menargetkan pasar potensial hingga 25 juta rumah tangga dalam 5 tahun ke depan.
Selain itu, Surge menyampaikan telah membangun 1,5 juta home pass sampai dengan September 2025. Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk Shannedy Ong menuturkan sampai September lalu, WIFI telah menggelar 1,5 juta home pass dan 830.000 home connect, dengan take up rate 55%.
Surge meluncurkan internet berkecepatan tinggi 2 Gbps hari ini di SMPN 15 Denpasar, Bali (3/10/2025). Peluncuran ini dibuka oleh adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo yang hadir secara daring.
Hashim Djojohadikusumo yang juga merupakan pemegang saham WIFI mengatakan konektivitas merupakan tulang punggung pendidikan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pihaknya memilih SMPN 15 Denpasar sebagai lokasi peluncuran, untuk menegaskan bahwa setelah infrastruktur digital dibangun, pendidikan adalah kunci berikutnya dalam mendukung kemajuan bangsa.
"Dengan internet kelas dunia yang kami hadirkan, WIFI dan para mitra memastikan sekolah, komunitas, hingga UMKM memiliki akses untuk sukses di era digital,” ujar Hashim, Jumat (3/10/2025).
Bisnis.com, JAKARTA—PT Arsari Nusa Investama yang merupakan bagian dari Arsari Group mengungkapkan alasan perusahaan menjadi salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menyampaikan keputusan investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia.
Terlebih lagi, Arsari Group memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional, termasuk aset kripto dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Investasi ini bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi tentang membangun kedaulatan digital Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah bagi ekonomi nasional,” ujar Aryo dalam siaran pers, Rabu (10/12/2025).
Menurut Aryo, ekosistem aset digital di Indonesia semakin berkembang dengan dukungan regulasi yang semakin matang melalui pengawasan aset digital oleh OJK. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi aset digital dan pusat perdagangan aset digital di kawasan di Asia Tenggara.
“Kami memandang Industri Aset Keuangan Digital sebagai salah satu kunci akselerasi transformasi digital, yang menjadi pilar vital dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, Arsari Group mendukung penuh pengembangan sektor ini demi mewujudkan kedaulatan digital Indonesia,” imbuh Aryo.
Masuknya korporasi ke COIN menandai kepercayaan institusi yang kuat terhadap masa depan industri aset digital Indonesia. Keputusan tersebut sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi berbasis aset digital.
Direktur Utama COIN Ade Wahyu, menyebut kehadiran Arsari Group memberikan nilai tambah yang signifikan bagi COIN, terutama dalam memperkuat tata kelola yang baik untuk korporasi skala besar.
“Selain itu, masuknya Arsari Group juga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada industri aset digital secara umum, serta khususnya kepada COIN,” jelas Ade.
Dengan dukungan keahlian lintas sektor dan jaringan global Arsari Group, COIN akan mempercepat pengembangan produk-produk inovatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Indonesia kini menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Hal ini tercermin dari data OJK hingga akhir Oktober 2025 yang mencatat jumlah pengguna telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen, dengan total nilai transaksi menembus Rp409,56 triliun.
Posisi strategis ini diperkuat oleh laporan 2025 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia.
Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) terpantau melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (10/12/2025), usai perseroan mengumumkan perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo masuk sebagai pemegang saham.
Berdasarkan data RTI Infokom, saham COIN mengalami penurunan 11,28% menjadi Rp4.090 pada Selasa (10/12/2025). Namun, sejak awal tahun ini saham COIN sudah terbang 2.929,63%.
Arsari Group resmi menjadi salah satu pemegang saham emiten ekosistem aset kripto PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN). Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo itu masuk ke COIN melalui entitas investasinya yakni PT Arsari Nusa Investama.
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo menjelaskan keputusan investasi Arsari di COIN merupakan bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital Indonesia.
Terlebih, Arsari memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).
“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional, termasuk aset kripto dengan mengedepankan tata kelola yang baik,” kata Aryo dalam keterangan tertulis pada Rabu (10/12/2025).
Menurut Aryo, ekosistem aset digital di Indonesia telah lengkap. Ditambah, ada dukungan regulasi yang semakin matang melalui pengawasan aset digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi aset digital serta pusat perdagangan aset digital di Asia Tenggara.
Indonesia juga menempati posisi strategis sebagai salah satu pasar aset kripto terbesar di dunia. Mengacu data OJK hingga akhir Oktober 2025, jumlah pengguna aset kripto telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen. Sementara, total nilai transaksi kripto di Indonesia telah menembus Rp409,56 triliun.
Direktur Utama Indokripto Koin Semesta Ade Wahyu menjelaskan kehadiran Arsari Group memberikan nilai tambah yang signifikan bagi COIN, terutama dalam memperkuat tata kelola yang baik untuk korporasi skala besar.
“Selain itu, masuknya Arsari Group juga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada industri aset digital secara umum, serta khususnya kepada COIN,” kata Ade.
COIN sendiri merupakan emiten baru yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2025. Mengacu laporan komposisi pemegang saham per 30 November 2025, pemegang saham pengendali di COIN dengan kepemilikan terbesar adalah PT Megah Perkasa yakni 3,52 miliar saham atau 23,99%. Kemudian, PT Bahana Nusantara sebesar 2,93 miliar saham atau 19,93%.
Pengendali lain Budi Mardiono yang menguasai 1,16 miliar saham (7,93%) dan PT Teknologi Anak Nusantara dengan kepemilikan 750 juta saham (5,1%).
Sementara, penerima manfaat akhir perusahaan adalah Andrew Hidayat, Jeth Soetoyo, Budi Mardiono, dan Aaron Ang Nio.
Dari sisi kinerja keuangannya, COIN telah mampu meraup laba bersih sebesar Rp41,08 miliar per kuartal III/2025, berbalik dari kondisi rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,85 miliar.
Catatan profitabilitas kinclong COIN itu diraih seiring dengan pendapatan yang melonjak 19 kali lipat atau 1.987,22% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp204,63 miliar per kuartal III/2025, dibandingkan Rp9,8 miliar per kuartal III/2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56