Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) buka-bukaan soal rencana membawa anak usahanya melakukan initial public offering (IPO), menyusul PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) yang resmi tercatat di bursa sejak 8 Januari 2025.
Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi menjelaskan perseroan berencana membuat subholding baru di sektor midstream di akhir tahun ini.
Saat ini, RAJA memiliki tiga anak usaha di segmen midstream, yaitu PT Triguna Internusa Pratama yang memiliki usaha infrastruktur dan utilitas, PT Petrotech Penta Nusa yang punya usaha penunjang kegiatan minyak dan gas, serta PT Heksa Energi Mitraniaga yang memiliki bisnis terminal penyimpanan minyak dan gas. Dari sektor midstream ini, Djauhar tidak menutup peluang akan ada anak usaha yang dibawa melantai di bursa.
"Tentunya di tahun depan akan dilakukan stabilisasi dulu. Jadi, tentu kalau IPO, kami melihat peluang. Apakah peluang itu ada? Kami akan lihat. Tentunya kalau IPO, kami melihat peluang," ujarnya dalam paparan publik online, Senin (27/10/2025).
Adapun, bisnis utama konglomerasi minyak milik 'Happy' Hapsoro Sukmonohadi melalui RAJA meliputi infrastruktur migas berupa pipa, kompresor gas dan fasilitas terminal LPG. Perseroan memiliki jaringan pipa minyak dan gas masing-masing sepanjang 360 kilometer (km) dan 245 km.
Pipa tersebut memiliki kapasitas penyaluran gas sebesar 65 mmscfd dan kapasitas kompresor gas mencapai 60 mmscfd. Sementara itu, fasilitas terminal LPG mempunyai kapasitas sebesar 1.000 mt per hari.
Sepanjang semester I/2025, sektor bisnis midstream RAJA berkontribusi pada pendapatan sebesar US$28,8 juta atau 22% dari total pendapatan perseroan. Angka tersebut meningkat dari US$23,3 juta pada semester I 2024.
Secara tren tahunan, pendapatan sektor midstream juga konsisten meningkat. Berturut-turut dari 2022, 2023 dan 2024 sebesar US$22,5 juta, US$50,9 juta, dan US$53,5 juta.
"Tentunya kalau misalkan sudah bagus, sudah stabil income-nya, dan punya prospek baik itu pertumbuhan dan segala macam, tentu peluang itu akan kami pertimbangkan untuk dilakukan IPO. Tunggu saja," tandasnya.