Bisnis.com, JAKARTA—Emiten Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) membukukan penurunan laba bersih meskipun pendapatan perusahaan meningkat signifikan sepanjang Januari—September 2025.
Merujuk laporan keuangan per 30 September 2025, CUAN meraih pendapatan US$796,62 juta atau lebih tinggi 45,88% year-on-year (YoY) dari US$546,06 juta.
Pendapatan CUAN berasal dari penjualan batu bara US$271,55 juta, konstruksi dan rekayasa US$271,83 juta, penambangan US$215,08 juta, jasa US$30,38 juta, EPCI-minyak bumi dan gas lepas pantai US$5,86 juta, dan lain-lain US$1,91 juta.
Pendapatan konsolidasi Petrindo Jaya Kreasi dengan nilai lebih dari 10% dari total pendapatan berasal dari BP Berau Ltd US$127,46 juta, PT Kideco Jaya Agung US$80,99 juta, dan PT Freeport Indonesia US$52,45 juta.
Per kuartal III/2025, beban pokok pendapatan CUAN tercatat melonjak 62,96% YoY dari US$436,39 juta menjadi US$711,15 juta sepanjang 9 bulan 2025. Pada saat yang sama, CUAn membukukan beban penjualan US$27,37 juta, beban umum dan administrasi US$46,07 juta, beban pajak final US$5,54 juta, dan beban keuangan US$63,25 juta.
Alhasil, CUAN mengantongi laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$16,14 juta per kuartal III/2025. Capaian itu merosot 46,95% YoY dari laba bersih US$30,44 juta pada Januari—September 2024.
Hingga 30 September 2025, CUAN membukukan total aset US$2,39 miliar. Adapun, total liabilitas Petrindo Jaya US$1,79 miliar dan total ekuitasnya US$599,03 juta.
Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael mengatakan aset konsolidasi CUAN meningkat 34,84% year-to-date (YtD) dari US$1,77 miliar pada 2024.
“Kenaikan total aset konsolidasian perseroan tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan atas aset tetap sehubungan dengan peralatan tambang dan eksplorasi,” jelasnya dalam keterbukaan informasi.
Selain itu, CUAN juga mencatat total kewajiban melonjak 48,37% YtD dari US$1,21 miliar pada 2024. Hal tersebut disebabkan adanya penambahan utang obligasi & sukuk dan fasilitas utang bank.