Bisnis.com, JAKARTA — Pasar properti di kawasan timur Jakarta, khususnya Cibitung, Kabupaten Bekasi, masih menunjukkan tren positif sepanjang semester I/2026. Permintaan rumah komersial dengan harga di bawah Rp500 juta tercatat terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik internasional.
Salah satu pengembang yang menangkap momentum tersebut adalah Harmoni Park Group melalui proyek Kawasan Zetira di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Anak usaha Vista Land Group itu mencatat peningkatan permintaan rumah tapak dalam beberapa bulan terakhir.
General Manager Harmoni Park Group Ardian Hendra mengatakan kawasan Cibitung kini menjadi salah satu episentrum baru pasar properti di wilayah timur Jakarta. Pertumbuhan infrastruktur, kemudahan akses tol, hingga tingginya kebutuhan hunian pekerja kawasan industri menjadi pendorong utama permintaan.
“Dalam empat bulan terakhir, permintaan rumah komersial harga di bawah Rp500 juta di Kawasan Zetira meningkat cukup signifikan. Kami ingin menjembatani kebutuhan masyarakat Bekasi dan Jakarta terhadap hunian real estate yang berkualitas namun tetap terjangkau,” ujar Ardian dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut sejalan dengan proyeksi pasar rumah tapak Jabodetabek pada 2026. Berdasarkan data Leads Property, permintaan rumah tapak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 11.000 hingga 12.000 unit sepanjang tahun ini, dengan segmen rumah kelas menengah masih menjadi tulang punggung pasar properti nasional.
Melihat tingginya kebutuhan tersebut, Harmoni Park Group meluncurkan dua tipe rumah baru yakni Belvia dan Aria di Kawasan Zetira yang berdekatan dengan Gran Harmoni Cibitung.
Ardian menjelaskan kawasan rumah komersial tersebut dikembangkan dengan konsep sustainability development atau pembangunan berkelanjutan. Pengembang mengusung lingkungan hunian sehat melalui penggunaan material ramah lingkungan, area daur ulang (recycle hub), hingga fasilitas penunjang modern dengan konsep future ready.
Selain itu, lokasi proyek dinilai strategis karena hanya berjarak sekitar lima menit dari akses Tol Gabus ruas Cibitung-Cilincing serta terhubung dengan kawasan Muktiwari dan Sarimukti.
Kawasan Zetira juga dilengkapi jalan utama selebar 14 meter, jaringan listrik bawah tanah (underground cable), sistem satu gerbang (one gate system), CCTV, jaringan internet fiber optik khusus, hingga fasilitas community hub.
Dari sisi desain, kawasan tersebut mengusung konsep arsitektur klasik Belanda yang terinspirasi dari kunjungan Ratu Belanda Queen Máxima ke proyek tersebut beberapa waktu lalu. Kawasan Zetira sendiri dikembangkan di atas lahan seluas 3 hektare.
Saat ini Harmoni Park Group juga mengembangkan sejumlah proyek lain seperti Harmoni Park Residence dan Harmoni Primavera di Cileungsi, Puri Harmoni Pasirmukti di Citeureup, serta Harmoni Park Bekasi di Bekasi. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan telah membangun sekitar 3.300 unit rumah di lahan lebih dari 40 hektare.
Sementara itu, Project Manager Kawasan Zetira Tantri mengatakan tipe Belvia menjadi salah satu produk yang paling diminati konsumen. Rumah tersebut dipasarkan mulai Rp400 jutaan dan telah dilengkapi area belakang tertutup sehingga siap huni dengan minim renovasi tambahan.
Adapun tipe Aria dipasarkan mulai Rp450 juta dengan lokasi strategis di jalan utama cluster.
“Pada tahap pertama kami memasarkan 19 unit ready stock dan sejauh ini sudah tiga unit terjual sejak grand launching dimulai,” ujar Tantri.
Dia menambahkan target pasar utama proyek tersebut berasal dari pekerja kawasan industri MM2100 serta konsumen dari Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang mencari hunian terjangkau dengan akses transportasi yang semakin baik.
Selain fasilitas internal, kawasan tersebut juga mulai dilengkapi fasilitas komersial seperti minimarket dan pusat kuliner guna mendukung kenyamanan penghuni.
Sejumlah pengembang menilai kawasan timur Jakarta seperti Cibitung dan Cikarang masih akan menjadi magnet pasar rumah tapak dalam beberapa tahun mendatang.
Selain harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan Jakarta, pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur dinilai menjadi faktor utama yang menjaga permintaan tetap stabil.