Harga iPhone dan Samsung Galaxy naik Juni 2026 akibat pelemahan rupiah dan kelangkaan cip. Kenaikan signifikan pada model premium seperti iPhone 17 dan Galaxy S26. [1,576] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Harga SmartphoneSamsung dan Apple mengalami kenaikan pada Juni 2026 dibandingkan dengan Mei 2026. Peningkatan harga terjadi signifikan untuk kelas premium seperti lini iPhone 17 dan Galaxy S26. Pengamat telah memprediksi kenaikan ini yang salah satu faktornya diduga imbas pelemahan rupiah di tengah kelangkaan cip.
Berdasarkan data tradingview, rupiah ditutup melemah sebesar 0,53% ke level Rp17.879 pada 29 Mei 2026. Adapun jika dibandingkan dengan 1 Mei 2026 yang saat itu masih berada pada level 17.228, rupiah konsisten mengalami kenaikan.
Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan, industri smartphone global saat ini tengah tertekan akibat perebutan pasokan chip dengan sektor pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, lonjakan pembangunan data center membuat produsen semikonduktor lebih memprioritaskan pasokan untuk server AI dibanding perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, maupun komputer pribadi.
"Pasokan chip di dunia sedang bermasalah karena berebutan dengan data center, sehingga ini kan mempengaruhi bisnis smartphone dan ada potensi, bahkan sudah terjadi kenaikan harga karena kelangkaan chip," tutur Heru kepada Bisnis, dikutip Senin (1/6/2026).
Dia menjelaskan, kenaikan biaya komponen global diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang kini bergerak di atas Rp17.000 per dolar AS. Padahal, sebagian besar bahan baku dan komponen smartphone masih menggunakan denominasi dolar AS.
“Kalau dulu rata-rata ponsel dihitung dengan kurs Rp15.000 per dolar AS, sekarang sudah Rp17.000 lebih. Banyak komponen dalam dollar AS sehingga mau tidak mau akan ada penyesuaian harga,” katanya.
Heru menilai, kombinasi tekanan biaya produksi dan depresiasi rupiah membuat kenaikan harga smartphone di Indonesia sulit dihindari pada kuartal II/2026. Di sisi lain, masyarakat juga cenderung menahan pembelian perangkat baru di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dia menyebut, konsumen kini lebih selektif dan memilih bersikap wait and see sebelum mengganti perangkat lama.
"Kalau memang mereka [konsumen] membutuhkan ponsel baru, dia akan beli. kalau misalnya panel nya masih berfungsi dengan baik mereka akan melihat perkembangan ke depan," jelas Heru.
Jajaran iPhone 17
iPhone dan Samsung Galaxy Naik Harga 1 Juni 2026
Ramalan tersebut benar terjadi. Pada 1 Juni 2026 sejumlah produsen smartphone menaikkan harga perangkat mereka untuk sejumlah produk kelas atas. Adapun untuk produk segmen mid dan entry level, harga relatif terjangkau.
Merujuk data iBox, Senin (1/6/2026), kenaikan harga yang cukup signifikan melanda lini reguler jadul hingga generasi terbaru. Pada seri iPhone 15, varian 128GB kini dibanderol Rp12.999.000 naik dari bulan sebelumnya Rp11.999.000, diikuti varian 256GB yang naik menjadi Rp15.249.000, dan varian 512GB menyentuh Rp18.499.000.
Tren serupa terjadi pada iPhone 16 reguler yang mengalami lonjakan merata sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 pada seluruh kapasitas penyimpanan, serta iPhone 17 varian 256GB yang ikut merangkak naik menjadi Rp17.999.000.
Kontras dengan model reguler, konsumen yang mengincar layar lebih besar dapat memanfaatkan koreksi harga pada lini iPhone 16 Plus. Varian terendah iPhone 16 Plus 128GB kini turun menjadi Rp16.499.000 dari bulan lalu yang mencapai Rp16.999.000. Penurunan paling tajam terjadi pada kapasitas 512GB yang merosot hingga Rp2,5 juta, menetap di angka Rp20.499.000 dari harga sebelumnya Rp22.999.000.
Sementara itu jika ditarik kebelakang, iPhone konsisten naik selama periode Januari-Mei 2026.
Lonjakan harga paling signifikan terlihat pada generasi yang lebih tua, sementara lini terbaru mengalami kenaikan harga yang moderat namun konsisten di seluruh varian kapasitas penyimpanan.
Sebagai contoh, varian standar generasi teranyar, iPhone 17 berkapasitas 256 GB, dibanderol Rp17.999.000 pada Mei 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan harga positif alias naik sebesar 4,34% dari banderol akhir Januari 2026 yang berada di level Rp17.249.000. Tren serupa diikuti oleh iPhone 17 varian 512 GB yang naik 3,40% menjadi Rp22.749.000 dari harga sebelumnya Rp21.999.000.
Kenaikan harga yang cukup tajam justru melanda lini iPhone 15. Untuk varian iPhone 15 128 GB, harganya melonjak dari Rp11.249.000 pada awal tahun menjadi Rp12.999.000 pada akhir Mei ini. Penyesuaian tersebut mencerminkan pertumbuhan harga yang melesat hingga 15,55%, menjadi persentase kenaikan tertinggi di antara seluruh model yang ada.
Tidak ketinggalan, portofolio iPhone 16 ikut merangkak naik dalam 4 bulan terakhir. Varian dasar iPhone 16 128 GB saat ini dipasarkan seharga Rp15.499.000, tumbuh sebesar 10,71% dari posisi Januari 2026 yang senilai Rp13.999.000. Untuk kasta tertinggi, iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas penyimpanan 2 TB, per Mei 2026 dipatok seharga Rp45.249.000, atau mengalami kenaikan 2,84% dari harga awal tahun sebesar Rp43.999.000.
Di sisi lain, iBox memberikan pemotongan harga untuk model yang lebih lawas seiring dengan berjalannya siklus produk. Efek ini paling terasa pada iPhone 14 kapasitas 128 GB yang kini dilepas ke pasar dengan harga Rp8.749.000. Angka tersebut menyusut atau minus 10,25% jika disandingkan dengan harga Januari 2026 yang bertengger di angka Rp9.749.000. Penurunan harga juga dialami oleh lini iPhone 15 Plus 128 GB yang terkoreksi sebesar 7,40% menjadi Rp12.499.000 dari semula Rp13.499.000.
Salah satu lini produk smartphone Samsung
Sementara itu Samsung mengerek varian tertinggi Galaxy S26 Ultra dengan kapasitas penyimpanan 12/512GB menembus angka Rp27.499.000 pada Mei 2026, mengalami kenaikan tajam dari harga April yang berada di posisi Rp22.999.000. Langkah penyesuaian serupa juga diikuti oleh varian reguler Galaxy S26 12/512GB yang merangkak naik ke level Rp19.499.000 dari harga sebelumnya Rp14.999.000.
Tren kenaikan ini tidak hanya mengunci seri paling gres, melainkan turut mengerek harga generasi pendahulunya, Galaxy S25 Series. Model Galaxy S25 Ultra 12/512GB kini dipatok Rp25.999.000 atau naik tipis Rp1.000.000 dari bulan April. Untuk varian Galaxy S25 reguler 12/256GB warna Navy, harga pasar saat ini bertengger di angka Rp14.999.000, naik dari posisi April senilai Rp13.329.900. Adapun untuk model Fan Edition, varian Galaxy S25 FE kapasitas 512GB dan 256GB terpantau stabil masing-masing pada level Rp15.499.000 dan Rp12.499.000.
Daftar Harga iPhone dan Samsung Galaxy yang mengalami kenaikkan
Update Harga iPhone dan Samsung Galaxy
Berikut adalah daftar harga smartphone Samsung seri A, S, dan Z pada Juni 2026:
Samsung Galaxy S Series
Samsung Galaxy S26 Ultra 12/512GB — Rp27.499.000 naik dari April Rp22.999.000
Samsung Galaxy S26 12/512GB —Rp19.499.000 naik dari April Rp14.999.000
Samsung Galaxy S25 Ultra 12/512GB — Rp25.999.000 naik ari April Rp24.999.000
Samsung Galaxy S25 12/256GB - Navy —Rp14.999.000 naik dari April Rp13.329.900
Samsung Galaxy S25 FE /512GB— Rp15.499.000
Samsung Galaxy S25 FE /256GB - Navy — Rp12.499.000
Samsung Galaxy Z Series
Samsung Galaxy Z Fold7 12/256GB - Silver — Rp28.499.000
Samsung Galaxy Z Fold7 12/512GB - Silver — Rp27.999.000
Oppo dan OnePlus naikkan harga HP di China mulai 16 Maret 2026 karena biaya produksi meningkat, terutama komponen memori. Dampaknya bisa meluas global. [328] url asal
Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah produsen smartphone atau HP asal China mulai menaikkan harga perangkat mereka pada Maret 2026.
Melansir laman GSM Arena pada Sabtu (21/3/2026) Oppo dan OnePlus menjadi yang pertama menerapkan kebijakan ini. Keduanya telah mengumumkan kenaikan harga yang mulai berlaku pada 16 Maret pukul 00.00 waktu setempat di China.
Kenaikan tersebut mencakup seluruh lini OnePlus yang dijual di China, serta seri A dan K dari Oppo yang menyasar segmen menengah ke bawah.
Meski demikian, Oppo untuk sementara tidak menaikkan harga pada lini premium seperti seri Reno dan Find, serta produk tablet mereka.
Langkah serupa juga akan diikuti oleh vivo dan iQOO. Dalam pernyataan bersama, kedua merek tersebut menyebutkan penyesuaian harga akan mulai berlaku pada 18 Maret pukul 10.00 waktu setempat di China.
Namun, mereka belum merinci model mana saja yang akan mengalami kenaikan harga, hanya menyebut “model tertentu”.
Meskipun pengumuman ini secara khusus ditujukan untuk pasar China, dampaknya berpotensi meluas ke pasar global.
Kenaikan harga ini tidak lepas dari meningkatnya biaya produksi, terutama pada komponen memori. Para analis sebelumnya telah memperingatkan harga smartphone berpotensi naik akibat perubahan dinamika industri semikonduktor.
Salah satu faktor utama adalah tingginya permintaan dari pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mendorong produsen chip untuk mengalihkan produksi ke high-bandwidth memory (HBM).
Jenis memori ini lebih menguntungkan karena banyak dibutuhkan oleh perusahaan teknologi besar. Akibatnya, pasokan memori seperti DRAM dan NAND flash yang biasa digunakan pada smartphone menjadi lebih terbatas dan mahal.
Data dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan komponen memori kini menyumbang lebih dari 20% biaya produksi smartphone, naik dari sebelumnya sekitar 10% hingga 15%. Bahkan untuk perangkat entry-level, kontribusinya bisa mencapai sekitar 30%.
Selain itu, potensi gangguan pasokan helium juga turut menjadi perhatian, karena gas tersebut merupakan elemen penting dalam proses produksi chip. Jika pasokannya terganggu, biaya produksi semikonduktor bisa semakin meningkat.
Dengan tekanan biaya yang terus bertambah, vendor diperkirakan akan semakin sulit menahan harga, terutama untuk perangkat kelas bawah yang memiliki margin keuntungan tipis.
Meskipun harga smartphone naik akibat kelangkaan chip, minat beli tetap tinggi. Pembeli memilih cicilan pay later dan fokus pada spesifikasi seperti RAM dan kamera. [357] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan harga smartphone yang dipicu oleh kelangkaan RAM dan chip tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk membeli smartphone baru.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan di salah satu gerai penjualan ponsel, tepatnya di Erafone yang berada di Islamic Tangerang, promotor Samsung di Erafone, Yosen, mengatakan penjualan smartphone tetap naik di beberapa seri ponsel, terutama di merk Samsung.
Sebagai contoh, Samsung A07 yang semula Rp1.650.000 kini menjadi Rp1.699.000.
Namun, meskipun ada kenaikan harga di beberapa seri smartphone, penjualan smartphone tetap meningkat. Yosen mengaku, dalam beberapa bulan terakhir, dirinya berhasil menjual 25 hingga 35 unit smartphone per bulan untuk semua jenis merk.
“Data-data yang sebelumnya cukup meningkat, Aku pribadi sih ada di range penjualan 25 atau misalkan 35 unit per bulan” kat Yosen kepada Bisnis, Rabu (7/1/2026).
Yosen mengakui ketika membeli smartphone pertama kali, mereka mempertimbangkan harga dan metode pembayaran.
Pembeli lebih senang membeli smartphone dengan cara mencicil menggunakan fitur pay later, sehingga mereka tidak terlalu merasa terbebani saat membeli ponsel baru.
Selain itu, sebelum membeli smartphone, pembeli juga memerhatikan spesifikasi seperti kualitas kamera, performa, dan kapasitas RAM yang besar.
Yosen juga memberikan pandangan mengenai kebutuhan smartphone yang paling dicari saat ini. Kebanyakan pembeli menginginkan smartphone dengan kinerja yang baik, terutama terkait dengan penyimpanan, karena banyak pelanggan yang membeli ponsel untuk bermain game online khususnya pembeli anak muda.
Sementara itu untuk orang tua, kebutuhan smartphone juga semakin meningkat, terutama di kalangan pelajar.
Banyak orang tua mencari ponsel dengan harga relatif terjangkau namun tetap memiliki performa yang bagus untuk anak-anak mereka.
Melihat tren pembelian dan minat konsumen, Yosen menyebutkan bahwa beberapa ponsel yang diprediksi akan mengalami peningkatan penjualan, di antaranya adalah Samsung S26 dan iPhone 17.
Meskipun pada tahun 2026 ini terjadi kenaikan harga di beberapa seri, hal itu tidak menghentikan daya beli masyarakat untuk membeli smartphone. Kebutuhan akan smartphone memang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Selain itu, kemudahan dalam metode pembayaran, seperti pay later, juga turut mempengaruhi.
“Menurut Aku, gak berpengaruh sih. Walaupun harga handphone juga sedikit naik dibeberpa series, itu juga gak berpengaruh. Menurut Aku kebutuhan handphone tetap terus meningkat dan dibutuhkan disetiap tahunnya ,” kata Yosen. (Nur Amalina)
Pedagang HP di mal menghadapi penurunan penjualan akibat harga naik karena kelangkaan cip dan ekonomi melemah, mempengaruhi daya beli konsumen. [477] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pasar smartphone Indonesia memasuki 2026 dengan harga perangkat yang makin mahal imbas kelangkaan cip. Para pedagang HP ritel di pusat-pusat perbelanjaan elektronik melaporkan adanya penurunan penjualan sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan pengakuan pedagang di lapangan, penjualan ponsel secara keseluruhan pada 2025 tercatat menurun jika dibandingkan dengan capaian penjualan pada 2024.
Penurunan ini dirasakan cukup tajam, di mana tahun 2025 dianggap lebih berat bagi pelaku usaha dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada pendapatan yang makin ramping.
Tekanan terhadap pasar ritel ini tidak datang secara tiba-tiba di awal tahun baru. Para pedagang mengungkapkan bahwa harga ponsel sebenarnya sudah mulai merangkak naik sejak akhir tahun lalu.
“Dari sebelum pergantian tahun sebetulnya harga HP sudah mulai naik,” kata Lili pedagang HP di Supermall Karawaci Tangerang ke Bisnis Senin (05/01/2026).
Dia mengungkapkan fenomena ini terlihat pada berbagai merek besar seperti Oppo dan Vivo yang telah menaikkan harga jual produk mereka sebelum Desember.
Pedagang ponsel juga mengakui tidak memiliki pilihan selain mengikuti arus kenaikan harga tersebut.
"Mau tidak mau harus ngikut (harga). Kalau dia naik ya naik," tambahnya.
Kenaikan harga di tingkat ritel lokal ini merupakan dampak langsung dari gejolak rantai pasok dunia. Melansir dari Bisnis, International Data Corporation (IDC) memperkirakan lonjakan harga smartphone tahun ini akibat kekurangan Random Access Memory (RAM) karena fokusnya pabrikan besar terhadap kecerdasan artifisial (AI).
Pasokan RAM yang biasanya dialokasikan untuk perangkat konsumen seperti ponsel, kini bergeser secara besar untuk mendukung pusat data AI yang membutuhkan daya pemrosesan tinggi.
Lili menilai penyebab lesunya penjualan di pasar juga terpengaruh karena kondisi ekonomi Indonesia yang sedang melemah.
Hal ini secara langsung menggerus daya beli masyarakat terhadap barang mewah seperti smartphone. Menurutnya, pembelian kini lebih didasarkan pada kebutuhan mendesak, bukan lagi gaya hidup.
Selain itu, dalam keterbatasan anggaran dan harga HP yang kian mahal, preferensi konsumen terbagi menjadi dua segmen yang jelas berdasarkan tingkat pemahaman teknologi mereka.
Bagi masyarakat awam atau mereka yang membutuhkan ponsel untuk berdagang, spesifikasi utama yang dicari adalah kualitas kamera dan kapasitas RAM.
“Kebanyakan sih orang-orang intinya kamera sama RAM yang dibutuhkan mereka,”
Kelompok itu cenderung mengabaikan detail teknis lainnya seperti chipset, asalkan kapasitas memori besar dan hasil foto yang bagus untuk disebarkan di sosial media.
Sebaliknya, konsumen yang lebih mengerti teknologi, seperti pelajar atau gamers, memiliki prioritas yang berbeda. Mereka lebih fokus mencari prosesor yang mumpuni untuk mendukung kinerja berat dan bermain game, di samping kapasitas RAM yang memadai.
Namun, bagi pasar low entry, loyalitas terhadap merek atau brand masih mendominasi keputusan pembelian. Merek-merek ternama masih menjadi pilihan utama meskipun spesifikasinya standar.
Menghadapi tahun 2026, industri smartphone dunia diprediksi akan mengalami penurunan pengiriman sebesar 2,1%. Bagi pasar Indonesia, kombinasi antara harga komponen yang meroket akibat AI dan daya beli yang belum pulih sepenuhnya. Tentunya hal ini menuntut ketahanan ekstra dari para pelaku ritel untuk tetap bertahan di tengah badai ekonomi teknologi ini. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)
Bisnis.com, JAKARTA -— Harga smartphone untuk kategori flagship diperkirakan mengalami kenaikan signifikan pada 2026, seiring dengan naiknya biaya komponen utama seperti memori dan RAM. Tren ini diprediksi akan memengaruhi strategi harga peluncuran model-model terbaru dari sejumlah merek besar, termasuk Xiaomi, Samsung, dan Apple.
Xiaomi diperkirakan menjadi yang pertama terdampak kenaikan harga di antara produsen besar dengan model flagship terbarunya, Xiaomi 17 Ultra yang dijadwalkan rilis awal 2026. Harganya dilaporkan 10% lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya.
Adapun model sebelumnya, Xiaomi 15 Ultra dibanderol dengan harga 6.499 yuan atau setara Rp15,4 juta dengan kurs saat ini. Namun, untuk Xiaomi 17 Ultra yang akan dirilis, harganya diprediksi sebesar 6.599 yuan atau setara Rp15,7 juta.
Presiden Xiaomi Group Lu Weibing, bahkan mengisyaratkan harganya bisa lebih tinggi, seperti yang diungkapnya dalam siaran langsung, baru-baru ini. Mengutip Gizmochina, Lu menjelaskan bahwa kenaikan biaya memori yang pesat menjadi alasan utama di balik kenaikan harga tersebut.
Dia mengatakan bahwa permintaan yang didorong oleh AI telah menyebabkan harga memori naik tajam sejak akhir 2022, kemudian 2025, dan diperkirakan berlanjut hingga 2027.
Sementara itu, menurut riset dari Counterpoint, harga jual rata-rata smartphone bisa melonjak 6,9% pada tahun depan, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini katanya terjadi akibat kurangnya chip dan hambatan dalam rantai pasokan semikonduktor, yang mendorong kenaikan harga komponen.
Direktur riset di Counterpoint MS Hwang menyatakan, segmen smartphone kelas menengah dan atas mengalami kenaikan biaya material sebesar 10% hingga 15%.
“Harga memori bisa naik lagi sebesar 40% hingga kuartal kedua tahun 2026, yang mengakibatkan biaya BoM (Bill of Materials) meningkat antara 8% hingga lebih dari 15% di atas level tinggi saat ini,” ujarnya, dikutip Bisnis, Kamis (25/12/2025).
Kenaikan harga komponen dapat dibebankan kepada konsumen dan hal itu pada gilirannya akan mendorong kenaikan harga jual rata-rata. “Apple dan Samsung berada di posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal mendatang,” sebut Hwang.
Kendati demikian, Hwang mengatakan akan sulit bagi perusahaan lain yang tidak memiliki banyak ruang gerak untuk mengelola pangsa pasar dibandingkan margin keuntungan. Kondisi ini katanya sangat berdampak pada produsen ponsel pintar asal China yang berada di segmen pasar menengah hingga bawah.
Alhasil, beberapa perusahaan menurut riset Counterpoint, mungkin menurunkan kualitas komponen seperti modul kamera, layar, dan bahkan audio, serta menggunakan kembali komponen lama. Para pemain smartphone kemungkinan akan mencoba memberi insentif kepada konsumen untuk membeli perangkat flagship mereka.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56