Bisnis.com, JAKARTA — Investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau meningkatkan kepemilikannya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), dengan memborong jumbo sebanyak 22,62 juta lembar saham emiten perkebunan sawit dan CPO milik Anthoni Salim tersebut.
Aksi Lo Kheng Hong yang kini menggenggam lebih dari 5% saham SIMP tersebut terekam dalam data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diperbarui dan dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Per 20 Mei 2026, pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu tercatat memborong sebanyak 22,62 juta (22.622.900) lembar saham SIMP. Sementara itu, mengacu pada portofolio saham kepemilikan di atas 1% per 3O April 2026, porsi kepemilikan Lo Kheng Hong di Salim Ivomas ketika itu tercatat sebesar 4,97%.
Setelah aksi borong tersebut, per 20 Mei 2026 Lo Kheng Hong tercatat menggenggam sebanyak 793,64 juta (793.640.400) lembar saham SIMP, naik dari posisi per 30 April 2026 sebanyak 771,01 juta (771.017.500) lembar. Artinya, sepanjang bulan berjalan Mei 2026 Lo Kheng Hong tercatat memborong sebanyak 22,62 juta lembar saham SIMP.
Sebagai gambaran, berdasarkan data pemegang saham 5% atau lebih, Lo Kheng Hong pertama kali masuk di emiten perkebunan sawit dan CPO milik Anthoni Salim tersebut sekitar Juni 2025 dengan memborong sebanyak 778,85 juta lembar saham SIMP.
Mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek, hingga 31 Mei 2025 tidak ada nama Lo Kheng Hong dalam daftar pemegang saham di atas 5%. Namun, dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 30 Juni 2025 muncul nama Lo Kheng Hong dengan menggenggam sebanyak 779,20 juta lembar saham SIMP atau setara dengan 5,03%.
Dalam laporannya pada 30 Juni 2025, Lo Kheng Hong sempat tercatat membeli saham SIMP sebanyak 5.131.400 lembar dalam tiga kali transaksi pada 20 Juni 2025 dan kembali membeli 350.000 lembar dalam satu kali transaksi pada 23 Juni 2025.
Ketika itu, Lo Kheng Hong tercatat membeli saham SIMP dengan harga beragam, yakni masing-masing transaksi sebesar Rp442 per lembar, Rp438 per lembar, Rp440 per lembar, dan Rp432 per lembar.
Kemudian, pada April 2026 Lo Kheng Hong terpantau melego sebanyak 8,18 juta lembar saham SIMP, sejak pertama kali melakukan aksi borong pada Juni 2025 tersebut.
Setelah transaksi tersebut, jumlah saham SIMP yang dikoleksi Lo Kheng Hong tergerus dari 779,20 juta (779.207.000) lembar atau setara dengan 5,03% menjadi 771,01 juta (771.017.500) lembar atau setara dengan 4,97%. Dari aksi lego jumbo saham SIMP tersebut, Lo Kheng Hong diperkirakan mengantongi dana segar sekitar Rp7,54 miliar.
Adapun, saham SIMP pada perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026) ditutup pada level Rp535 per lembar setelah dibuka pada harga Rp555 per lembar, mencerminkan penurunan 6,14% sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026.
Untuk diketahui, Lo Kheng Hong terpantau masih mempertahankan kepemilikan jumbo di belasan emiten hingga akhir April 2026. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, Jumat (8/5/2026), Lo Kheng Hong tercatat memiliki 13 portofolio saham dengan kepemilikan di atas 1% per akhir April 2026.
Deretan saham-saham yang dikoleksi pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia itu tersebar mulai dari sektor batu bara hingga ungags.
Mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga 30 April 2026, portofolio terbesar Lo Kheng Hong dari segi persentase berada di saham emiten properti PT Intiland Development Tbk. (DILD).
Tercatat, Lo Kheng Hong memegang sebanyak 716.806.700 lembar saham DILD atau setara dengan 6,92% per akhir April 2026. Jumlah itu bertambah dari 704.138.100 lembar saham DILD atau setara dengan 6,79% pada akhir Maret 2026.
Tidak hanya portofolio 13 emiten dengan kepemilikan di atas 1%, Lo Kheng Hong tercatat juga masuk ke dalam daftar 10 besar pemegang saham untuk sejumlah emiten.
Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, nama Lo Kheng Hong masuk ke dalam daftar 10 besar pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP).
Ketika dimintai konfirmasi, Lo Kheng Hong mengatakan memiliki portofolio saham jumbo lebih dari 17 emiten. “Lebih dari itu [portofolio saham jumbo 17 emiten],” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (5/3/2025).
Sementara itu, portofolio terkecil saham Lo Kheng Hong dari segi persentase berada di saham emiten tekstil, PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex (SRIL).
Tercatat, Lo Kheng Hong memegang sebanyak 209.339.500 lembar saham SRIL atau setara dengan kepemilikan 1,02% pada 30 April 2026. Namun, saat ini saham SRIL disuspensi oleh Bursa dan masuk dalam daftar delisting.
Berikut daftar lengkap portofolio saham Lo Kheng Hong dengan kepemilikan di atas 1% per 3O April 2026:
Emiten | Kode Saham | Jumlah Saham | Persentase (%) |
PT ABM Investama Tbk. | ABMM | 155.382.500 | 5,64 |
PT Polychem Indonesia Tbk. | ADMG | 50.318.100 | 1,29 |
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. | BEST | 139.422.500 | 1,45 |
PT Global Mediacom Tbk. | BMTR | 1.066.433.500 | 6,43 |
PT Clipan Finance Indonesia Tbk. | CFIN | 75.594.200 | 1,9 |
PT Intiland Development Tbk. | DILD | 716.806.700 | 6,92 |
PT Gajah Tunggal Tbk. | GJTL | 232.792.900 | 6,68 |
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. | LSIP | 89.044.700 | 1,31 |
PT Malindo Feedmill Tbk. | MAIN | 27.656.600 | 1,24 |
PT Paninvest Tbk. | PNIN | 50.195.750 | 1,23 |
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. | RALS | 201.342.400 | 2,84 |
PT Salim Ivomas Pratama Tbk. | SIMP | 771.017.500 | 4,97 |
PT Sri Rejeki Isman Tbk. | SRIL | 209.339.500 | 1,02 |
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.