Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan rebalancing atau kocok ulang terhadap sejumlah indeks utama, seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Rotasi sektoral diperkirakan menjadi salah satu pertimbangan bagi sejumlah saham yang masuk ke dalam indeks utama ini.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, saham-saham yang masuk dalam indeks utama BEI saat ini lebih banyak berasal dari sektor komoditas. Menurut dia, rotasi sektoral menjadi poin penting dalam pergerakan pasar saat ini.
“Sektor akan selalu berubah setiap tahun, karena ada trend baik dari global maupun dari dalam negeri. Meskipun rasanya, sektor perbankan selalu menjadi primadona, tapi mungkin bukan tahun ini,” ujar Nico, Selasa (28/10/2025).
Nico menilai sektor perbankan tetap menarik, dengan prospek yang masih menjanjikan, meskipun sejumlah saham di sektor keuangan dikeluarkan dari indeks-indeks utama BEI.
Lebih lanjut, Nico menjelaskan, saham-saham yang keluar dari indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 bukan berarti sudah tidak menarik lagi. “Tetapi, lanjutnya, mungkin secara kriteria sudah tidak bisa masuk dalam LQ45, IDX30, dan IDX80,” ujarnya.
“Oleh sebab itu, kita juga harus melihat fundamental dari perusahaannya, apakah secara kinerja masih cukup menarik atau tidak, dan apakah secara potensi valuasi di masa yang akan datang, masih mampu memberikan kenaikan atau tidak,” tutur Nico.
Ia menambahkan, apabila masih terdapat potential upside, maka setiap penurunan harga terhadap saham-saham yang dikeluarkan dari indeks utama justru menjadi kesempatan bagi investor.
Apalagi, kata Nico, saham ARTO, BRIS, dan BNGA masih menjanjikan secara potensi valuasi di masa mendatang.
Lebih lanjut, Nico menjelaskan bahwa katalis bagi indeks LQ45 pada dasarnya sejalan dengan katalis yang menggerakkan pasar saham secara umum. Beberapa faktor pendorong tersebut antara lain pemangkasan tingkat suku bunga oleh The Fed, kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, percepatan transmisi kebijakan moneter, potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia, serta window dressing pada akhir tahun.
Adapun berdasarkan pengumuman BEI, lima saham baru masuk ke dalam indeks LQ45, yakni PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).
Kelima saham tersebut menggantikan posisi PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) yang dikeluarkan dari indeks LQ45 untuk periode tiga bulan ke depan.