Bisnis.com, JAKARTA — Erwin Ciputra, selaku Komisaris PT Chandra Daya Investasi Tbk. sekaligus Presiden Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terpantau memborong saham CDIA senilai Rp2,68 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026), Erwin tercatat melakukan 12 kali transaksi untuk membeli sebanyak 2,3 juta lembar saham emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu tersebut.
Aksi borong saham CDIA yang dilakukan Erwin pada Kamis (29/1/2026) tersebut dilakukan dengan tujuan investasi. “Status kepemilikan langsung, tujuan transaksi untuk investasi,” ujar manajemen, Jumat (30/1/2026).
Adapun, rentang harga pembelian saham CDIA dalam 12 kali transaksi tersebut ditetapkan mulai dari Rp1.100—Rp1.245 per lembar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Erwin di CDIA tercatat sebesar 0,001% dari sebelumnya 0,00%.
Di lantai bursa, saham CDIA pada perdagangan kemarin (29/1/2026) ditutup menguat 3,78% ke level Rp1.235, meskipun sejak awal tahun (year-to-date/YtD) tercatat turun 28%.
Pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026) saham CDIA dibuka dengan harga Rp1.260 per lembar. Sepanjang perdagangan saham CDIA bergerak di rentang harga Rp1.170—Rp1.270 per lembar hingga pada pukul 15.12 WIB bertengger di level Rp1.170 per lembar.
Dengan harga tersebut, saham CDIA tercatat turun 544 poin atau -31,78% (YtD) dan melemah 480 poin atau -29,09% dalam 6 bulan terakhir dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp147,30 triliun.
Untuk diketahui, anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) itu terus bermanuver memperkuat portofolio bisnisnya, mulai dari sektor kepelabuhanan, logistik, pergudangan, hingga energi baru terbarukan (EBT).
Pada akhir tahun lalu Chandra Daya Investasi melalui anak usaha di pilar logistik, PT Chandra Shipping International (CSI), meluncurkan armada kapal logistik kimia cair terbaru berkapasitas 9.000 Deadweight Tonnage (DWT).
Armada kapal logistik kimia cair bernama Novah tersebut akan beroperasi mulai Maret 2026 untuk melayani rute domestik maupun internasional.
Manajemen CDIA juga menuturkan penambahan kapal melalui CSI juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi industri kimia yang dijalankan oleh Chandra Asri Group selaku induk usaha.
Selain itu, CDIA juga telah meresmikan pembangunan fasilitas tangki bitumen berkapasitas total 12.000 m³ yang dijalankan oleh anak usaha yang bergerak di sektor kepelabuhan dan penyimpanan, yakni PT Redeco Petrolin Utama (RPU). Tangki bitumen tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III/2026.
Sebelumnya, CDIA melakukan ekspansi di sektor pergudangan dengan membeli lahan di Cilegon, Banten senilai Rp240 miliar untuk pengembangan usaha pergudangan.
Pada awal Oktober 2025 CDIA juga bermanuver di bisnis pelayaran, dengan meningkatkan kepemilikan saham di dua anak usahanya, yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM) dengan total nilai transaksi Rp2,68 triliun.
Sementara itu di sektor energi baru terbarukan (EBT), CDIA melalui anak usaha di pilar energi, PT Krakatau Chandra Energi (KCE) resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru berkapasitas 4,7 Megawatt-peak (MWp) di Cilegon. Fasilitas ini mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 17 November 2025, satu pekan lebih cepat dari target awal.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.