Bisnis.com, JAKARTA — Forbes Global CEO Conference 2025 akan digelar di Jakarta, Indonesia, menghadirkan ratusan pemimpin perusahaan, pengusaha global, investor, dan pemikir strategis dari berbagai belahan dunia.
Dikutip melalui laman resminya, acara bergengsi yang telah memasuki tahun ke-23 ini diselenggarakan di tengah dinamika ekonomi global yang berubah cepat, mengangkat tema besar “Building the Next Frontier: Leadership, Innovation, and Sustainability in the Age of AI.”
Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai salah satu tamu kehormatan sekaligus pembicara utama menandai posisi strategis Indonesia di kancah ekonomi global. Dalam sesi penutupan bertajuk “A Meeting of Minds”.
Nantinya, Prabowo akan berbincang langsung dengan Steve Forbes, Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media, membahas arah kebijakan ekonomi Indonesia, peluang investasi, serta transformasi digital dan infrastruktur di Asia Tenggara.
Pada hari kedua konferensi, akan ada enam sesi utama yang menyoroti berbagai tema, mulai dari kewirausahaan, investasi, filantropi berkelanjutan, hingga revolusi kecerdasan buatan (AI).
Berikut sorotan tiap sesi di Forbes Global CEO Conference
Sesi pertama akan berkutat soal wirausaha (Ide Terbukti Menghadapi Pivot Besar) yang dipandu oleh Moira Forbes, Executive Vice President Forbes Media, sesi ini menghadirkan para pengusaha besar dari Asia dan Afrika seperti Binod K. Chaudhary (Chaudhary Group), Mohammed Dewji (MeTL Group), Tony Fernandes (Capital A), dan William E. Heinecke (Minor International).
Diskusi berfokus pada bagaimana para pengusaha veteran menavigasi risiko geopolitik dan transformasi digital, serta bagaimana mereka membentuk ulang strategi perekrutan di tengah generasi kerja baru yang menuntut nilai sosial dan keseimbangan hidup.
Selanjutnya, sesi istimewa mempertemukan Tadashi Yanai, Chairman dan CEO Fast Retailing (UNIQLO), dengan Steve Forbes guna berbicara tentang tantangan industri ritel di tengah perubahan perilaku konsumen pascapandemi dan disrupsi e-commerce.
Kemudian, sesi filantropi berkelanjutan dengan moderator Rana Wehbe Watson, Editorial Director Forbes Asia, memandu dialog mengenai peran baru filantropi di era AI dengan panelis Mark Dalio (OceanX), Thammasak Sethaudom (SCG), Belinda Tanoto (RGE & Tanoto Foundation), dan Sunny Verghese (Olam Group). Diskusi menyoroti bagaimana teknologi dan analitik data dapat memperdalam dampak sosial proyek filantropi.
Lalu, ada juga sesi yang membahas “Bisnis Keluarga: Melihat Batas Berikutnya” yang dihadiri oleh Axton Salim (Salim Group) dan Angela Tanoesoedibjo (MNC Group), bersama Rose Damen (Damen Yachting) dan Caroline Link (B.Grimm Pharma).
Dipandu oleh Naazneen Karmali, Executive Editor Forbes Asia, sesi ini membedah tantangan generasi kedua dan ketiga dalam perusahaan keluarga mulai dari suksesi, inovasi, hingga menjaga nilai inti perusahaan.
Selanjutnya, akan ada sesi “Revolusi dalam Modal Risiko” yang merupakan diskusi panas tentang evolusi modal ventura di era AI, dimoderatori oleh Luisa Kroll (Forbes Media) dengan Panelis: Amit Anand (Jungle Ventures), Jixun Foo (Granite Asia), Keisuke Honda (X&Circle), dan Pandu Patria Sjahrir (Danantara Indonesia).
Mereka menyoroti tantangan valuasi startup yang kian tinggi dan bagaimana investor kini lebih berhati-hati memilih proyek AI yang benar-benar berkelanjutan.
Sementara itu, terdapat sesi “Era Keajaiban Kesehatan” yang membahas lonjakan inovasi di sektor kesehatan — mulai dari wearables hingga terapi genetic dengan panelis Prem Kumar Nair (IHH Healthcare), Tan Min-Han (Lucence), Aengus Tran (Harrison.ai), dan Andreas Wicki (HBM Healthcare Investments).
Lalu, dipandu lagi oleh Moira Forbes, para pembicara menyoroti potensi AI dalam mempercepat riset medis dan memperluas akses kesehatan berkualitas di Asia.
Kemudian, sesi “Memanfaatkan Akselerasi AI” yang akan membahas tentang dua cabang revolusi AI: smart machines dan smart workforce yang akan dimoderatori oleh Rich Karlgaard, futuris dan kolumnis Forbes Asia.
Adapun, sejumlah panelisnya adalah Antoine Blondeau (Alpha Intelligence Capital), Daniel Ives (Wedbush), Anthony Tan (Grab), dan Zhang Ya-Qin (Tsinghua University). Sesi ini menggambarkan bagaimana perusahaan Asia berada di garis depan dalam adopsi AI yang etis dan inklusif.
Puncak konferensi berlangsung saat gala dinner pada 15 Oktober, dengan sesi khusus bertajuk “A Meeting of Minds” — dialog antara Presiden Prabowo Subianto dan Steve Forbes.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menghadiri sekaligus menjadi pembicara utama dalam forum tingkat tinggi Forbes CEO Global yang akan digelar di Jakarta pada 14–15 Oktober 2025.
Presiden Prabowo Subianto menerima kehadiran Chairman and Editor in Chief Forbes Malcolm Stevenson Jr atau yang dikenal Steve Forbes di Istana Negara, Rabu (23/7/2025).
Forbes juga mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah CEO Global Forum yang digelar Forbes Media pada 14–15 Oktober 2025 mendatang.
Forum bergengsi ini akan menghadirkan lebih dari 400 CEO dan pemimpin bisnis internasional, dengan Presiden Prabowo mendapat kehormatan sebagai pembicara utama.
“Kami akan mengadakan konferensi CEO global di sini pada bulan Oktober. Presiden Prabowo akan hadir, dan ini akan menjadi kesempatan bagi dunia investasi dan para pemimpin bisnis dunia untuk merasakan masa depan cerah yang menanti Indonesia,” tulis Forbes.