Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pelambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi pada kuartal III/2025, secara kuartalan maupun tahunan.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud mengungkapkan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,89% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III/2025. Angka itu lebih rendah dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga (PKRT) sebesar 4,96% YoY pada kuartal II/2025 dan 4,91% YoY pada kuartal III/2024.
"Jadi kalau kita lihat komponen PKRT yang tumbuh melambat secara year on year, yang pertama adalah konsumsi makanan dan minuman selain restoran karena tumbuh 4,11%, kemudian kesehatan dan pendidikan tumbuhnya 4,06%, transportasi dan komunikasi 6,41%, serta restoran dan hotel 6,32%," ungkap Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Rabu (5/11/2025).
Bahkan secara kuartalan, dia mengungkapkan sejumlah komponen konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi. Hanya saja, Edy juga tidak mengungkapkan angka pertumbuhan sebelumnya dan sesudahnya.
"Sedangkan komponen PKRT yang terkontraksi secara QtQ [quarter to quarter] yaitu makanan dan minuman selain restoran, kelompok pakaian dan alas kaki, kemudian perumahan dan perlengkapan rumah tangga, serta restoran dan hotel serta lainnya," jelasnya.
Sebagai catatan, konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran yang paling berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal III/2025, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 53,14% terhadap PDB.
Sementara itu, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2025 sebesar 5,04% YoY. Nilai tersebut naik dibandingkan pertumbuhan ekonomi 4,95% YoY periode yang sama tahun lalu, namun melambat dibandingkan 5,12% pada kuartal sebelumnya.
Edy menjelaskan bahwa produk domestik bruto atau PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III/2025 mencapai Rp6.060 triliun. Lalu, PDB atas harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun.
"Ditopang oleh aktivitas domestik dan permintaan luar negeri, ekonomi Indonesia kuartal III/2025 tumbuh sebesar 5,04%," ujar Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Pertumbuhan ekonomi ini berada di atas proyeksi analis sebelumnya. Sebelumnya, sebanyak 30 ekonom yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan median atau nilai tengah pertumbuhan ekonomi kuartal III /2025 sebesar 5% YoY.