Bisnis.com, JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) menargetkan kontribusi Fore Donut terhadap total revenue perseroan mencapai single digit pada tahun ini.
Direktur Strategi dan Pengembangan Perusahaan Fore Kopi Indonesia Fahmi Rachmattulah, menerangkan bahwa prospek bisnis dari Fore Donut sebetulnya cenderung positif. Indikasinya dinilai datang dari kian bermunculannya bisnis serupa di Tanah Air.
”Di Indonesia banyak brand-brand lokal muncul tentang donat karena memang demandnya ada. Kalau untuk Fore Donut ini, kami masih akan terus tambahin store-nya,” katanya kepada Bisnis di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Adapun hingga saat ini FORE telah mengoperasikan 3 gerai Fore Donut di wilayah Jabodetabek. Wilayah tersebut antara lain Panglima Polim, Mal Grand Indonesia, dan Supermal Karawaci.
Sementara itu, pada tahun ini FORE berencana membangun sedikitnya 30 gerai Fore Donut di wilayah Jawa. Nantinya, lokasi yang ditargetkan adalah mal guna mengejar awareness publik dan membutuhkan traffic yang cukup. Dalam rangka ekspansi itu, FORE bahkan menyiapkan hingga sedikit lebih dari Rp2 miliar sebagai capex per gerai.
”Kalau ditanya exactnumber-nya itu masih kecil. Masih bakal single digit dalam kontribusinya terhadap total pendapatan,” katanya.
Hanya saja, Fahmi tidak membeberkan secara terang mengenai target pendapatan perseroan pada 2026. Fahmi hanya memastikan bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan pada tahun ini.
Sepanjang periode Januari—September 2025, FORE membukukan pendapatan senilai Rp1,04 triliun. Torehan pendapatan tersebut naik 43,22% secara YoY dari Rp727,37 miliar pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan pendapatan FORE sejalan dengan bertumbuhnya segmen pendapatan perseroan per kuartal III/2025. Pada segmen minuman, misalnya, FORE membukukan pendapatan senilai Rp936,68 miliar, naik dari Rp660,44 miliar pada periode kuartal III/2024.
Begitu juga pada segmen makanan, FORE membukukan pendapatan yang melesat signifikan ke Rp100,40 miliar pada kuartal III/2025, dari Rp63,45 miliar pada periode yang sama 2024. Hal itu menandakan segmen makanan baru berkontribusi sebesar 9,65% dari total pendapatan.
Sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan, FORE turut membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp60,10 miliar pada kuartal III/2025, naik 41,94% YoY dari Rp42,34 miliar pada periode yang sama 2024.