Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, mengoptimalkan pengelolaan potensi sektor kopi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi dengan IPB University dalam program One Village One CEO (OVOC) guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul di tingkat pedesaan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menerima audiensi mahasiswa IPB University peserta Program OVOC di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, Rabu.
"Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang telah memilih daerah ini sebagai lokasi pembelajaran pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis kopi. Ini momentum strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing," kata Parosil.
Parosil menjelaskan bahwa Program OVOC sangat relevan diterapkan di Lampung Barat karena hampir seluruh pekon (desa) memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi.
Program ini dirancang untuk membentuk SDM yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di tingkat desa.
Ia menjelaskan, melalui program tersebut, mahasiswa dibekali pengetahuan mulai dari praktik budidaya yang baik (good agricultural practices), pengolahan pascapanen, pengembangan produk bernilai tambah, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan petani dan UMKM.
"Kita ingin setiap pekon memiliki generasi yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengelola potensi kopi secara profesional, serta mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan data, Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu sentra utama penghasil kopi robusta di Indonesia dengan luas areal perkebunan mencapai lebih dari 54 ribu hektare dan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun. Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani di wilayah tersebut.
Kopi Robusta Lampung Barat ditanam pada ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kondisi tanah vulkanik yang subur, sehingga menghasilkan karakter cita rasa khas yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026