Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yakni KAI Services bekerja sama dengan pengusaha UMKM kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, menyediakan beberapa ... [314] url asal
Seluruh kuliner ini bisa dinikmati di kereta api yang berelasi dengan stasiun Banyuwangi
Banyuwangi (ANTARA) - Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yakni KAI Services bekerja sama dengan pengusaha UMKM kuliner Banyuwangi, Jawa Timur, menyediakan beberapa menu pilihan menu kuliner khas Banyuwangi di sejumlah kereta api (KA) dengan relasi Banyuwangi.
Manajer Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita mengemukakan ada dua pengusaha UMKM Banyuwangi bekerja sama dengan KAI Services untuk menyediakan menu khas Banyuwangi, yaitu Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan.
"Seluruh kuliner ini bisa dinikmati di kereta api yang berelasi dengan stasiun Banyuwangi," kata Nyoman Suardhita dalam keterangan tertulis diterima di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Dia menyampaikan UMKM Warung Mbok Wah Banyuwangi adalah salah satu tempat makan yang terkenal dengan nasi tempong yang merupakan menu khas Banyuwangi yang menyajikan lalapan dengan sambal ekstra pedas.
Yang membuat berbeda dengan sambal pada umumnya, kata Nyoman, sambal tempong dibuat dengan tomat ranti, dan ada tiga menu Warung Mbok Wah yang bisa dinikmati di kereta api, yakni nasi tempong ayam, udang dan telur.
Sementara beberapa menu yang disediakan oleh UMKM Srengenge Wetan Banyuwangi, lanjut dia, adalah ayam lodoh, nasi bakar, plecing ayam dan nasi tempong ayam.
"Ada beberapa kereta api relasi Banyuwangi, yakni KA Sangkuriang (Bandung-Ketapang), KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen-Ketapang), KA Wijaya Kusuma (Cilacap-Ketapang) dan KA Logawa (Purwokerto-Banyuwangi)," kata Nyoman Suardhita.
Region Head Regional 9 Jember KAI Services Yullyandra Mursyal menambahkan, sajian menu khas Banyuwangi itu telah hadir di restorasi kereta api sejak bulan Mei 2026.
Kendati masih tergolong baru, menu-menu tersebut digemari oleh para penumpang kereta api, dan setiap harinya rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi terjual habis dalam satu keberangkatan kereta.
"Menu ini dimasak langsung oleh mitra kami, jadi dari segi rasa, tidak perlu diragukan. Oleh mitra, menu ini dikirim ke kami dari stasiun untuk dijual di restorasi," katanya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mewaspadai potensi lonjakan harga kangkung lantaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas sayuran ... [330] url asal
Berbuka puasa terasa kurang jika tidak ada pecel atau plecing
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mewaspadai potensi lonjakan harga kangkung lantaran tingginya kebutuhan masyarakat terhadap komoditas sayuran tersebut sebagai menu berbuka puasa.
Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan kangkung menjadi salah satu komoditas pangan rakyat yang perlu mendapat perhatian khusus selama Ramadhan.
"Masyarakat dari kalangan bawah hingga kalangan atas mengonsumsi kangkung, terkhusus di Lombok. Berbuka puasa terasa kurang jika tidak ada pecel atau plecing," ujarnya di Mataram, Rabu.
Pecel dan plecing merupakan makanan tradisional setempat yang menggunakan bahan utama berupa kangkung.
Ahsanul menyampaikan konsumsi kangkung yang tinggi selama Ramadhan berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi dengan baik.
Menurut dia, luas lahan persawahan kangkung di Pulau Lombok saat ini semakin berkurang membuat angka produksi kangkung menurun.
"Kalau dulu bukan hanya Lombok Timur dan Lombok Tengah, Kota Mataram juga banyak kangkung. Sekarang yang menanam makin sedikit, sedangkan kebutuhan tinggi," kata Ahsanul.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Pemprov NTB mengatur distribusi dan kebutuhan komoditas secara proporsional, termasuk memperhatikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama Ramadhan, MBG tidak memberikan makanan basah kepada para penerima manfaat. Kebijakan itu membuat permintaan konsumen terhadap kangkung diproyeksikan tidak terlalu besar.
"Kita harus atur kebutuhan masyarakat dengan baik, sehingga bisa terlayani. Kangkung bisa memicu inflasi jika tidak diatur secara baik," pungkas Ahsanul.
Berdasarkan data perkembangan harga rata-rata barang kebutuhan pokok yang dirangkum Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, harga kangkung perlahan mengalami kenaikan akibat permintaan yang meningkat.
Harga kangkung Rp8.200 per kilogram pada 13 Februari 2026, dan naik sebesar 1,22 persen atau Rp100 menjadi Rp8.300 per kilogram pada 18 Februari 2026.
Selain kangkung, Pemprov NTB menaruh perhatian serius terhadap komoditas cabai rawit merah yang saat ini harganya terus melambung akibat pengaruh cuaca, distribusi terhambat, dan lonjakan permintaan konsumen.
Harga cabai rawit di Kota Mataram telah mencapai Rp120 ribu per kilogram. Nilai tersebut mendekati harga daging sapi yang hanya berkisar Rp140 ribu per kilogram.
Setiap daerah di Jawa Tengah menawarkan hidangan khas yang menjadi identitas lokal sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang sedang berlibur di provinsi ini. [1,096] url asal
Bisnis.com, SEMARANG — Tidak hanya kaya akan destinasi wisatanya, Jawa Tengah juga terkenal kaya akan ragam kuliner khas daerah yang memiliki cita rasa otentik dan sarat akan nilai budaya.
Setiap daerah di Jawa Tengah menawarkan hidangan khas yang menjadi identitas lokal sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang sedang menghabiskan waktu libur di provinsi ini.
Untuk melengkapi pengalaman berlibur di Jawa Tengah, wisatawan kerap menjadikan kuliner khas daerah sebagai bagian dari agenda perjalanan.
Selain memanjakan lidah, mencicipi kuliner khas daerah juga menjadi salah satu cara untuk mengenal sejarah dan budaya setempat secara lebih dekat. Dengan beragam pilihan kuliner yang tersedia, wisatawan dapat menyesuaikan pengalaman kuliner sesuai dengan selera masing-masing, serta menjadikan pengalaman liburan di Jawa Tengah semakin berkesan.
Dikutip dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, berikut 10 rekomendasi kuliner khas daerah dari berbagai wilayah di Jawa Tengah yang dapat menjadi referensi bagi wisatawan yang sedang berlibur.
Mangut Beong
Mangut beong merupakan kuliner khas dari daerah Borobudur, Magelang Jawa Tengah. Menawarkan kenikmatan yang menggugah selera, mangut beong berisi kombinasi dari ikan beong goreng yang garing dengan santan yang berbumbu lengkuas, kunyit, serai, daun salam, ketumbar, merica, dan daun jeruk.
Harga satu porsi mangut beong biasa dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000, tetapi harga tersebut bisa berubah sesuai dengan ikan beong yang disajikan.
Sate Buntel
Kuliner Sate Buntel menjadi makanan yang tidak bisa wisatawan lewati saat berlibur di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Sate buntel merupakan sate yang berbahan dasar daging kambing yang digiling, kemudian daging tersebut di‘buntel’ atau dibungkus dengan lapisan lemak.
Selain daging kambing, sate buntel juga bisa disajikan dengan daging sapi. Saat disajikan, biasanya sate buntel akan dilengkapi dengan sambal kecap, irisan kol, tomat dan bawang merah, serta jeruk nipis untuk menetralisir lemak daging dari sate ini.
Satu porsi sate buntel dapat dibeli mulai dari Rp14.000 hingga Rp80.000 sesuai dengan lokasi tempat makan dan ukuran sate.
Tiwul
Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tanpa mencoba kuliner khas daerah setempat, yakni Tiwul. Kabupaten Wonogiri sendiri dikenal sebagai kota Gaplek. Julukan gaplek memiliki kaitan yang erat dengan nasi tiwul.
Kuliner tiwul merupakan makanan yang terbuat dari gaplek singkong yang diolah menjadi tepung dengan cara ditumbuk. Setelahnya, tepung gaplek tersebut akan diletakkan di atas tampah, lalu dipercikkan air sambil terus diaduk dengan tangan hingga adonan berbutir.
Saat semua tepung telah menjadi butiran, tiwul akan dikukus selama kurang lebih 15—20 menit. Kuliner ini memiliki harga yang sangat terjangkau dengan kisaran harga 10.000 hingga 12.500 per porsi.
Lontong Dekem
Berpindah ke Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, wisatawan dapat mencicipi kuliner khas Pemalang, yakni Lontong Dekem. Makanan berkuah ini terdiri dari irisan lontong, kuah santan berwarna kuning seperti gulai, serta ditaburi dengan serundeng kelapa, kerupuk yang diremuk dan taburan bawang goreng.
Lontong dekem berisi irisan lontong, kuah santan berwarna kuning seperti gulai, serta ditaburi serundeng kelapa, kerupuk yang diremuk, dan bawang goreng. /Istimewa-visitjawatengah.jatengprov.go.id
Dinamai Lontong Dekem karena makanan ini memiliki cara makan yang awalnya di gelaran atau ‘ndekem’. Satu porsi lontong dekem memiliki harga yang variatif dengan umumnya berkisar Rp10.000 hingga 14.000 per porsi.
Kelo Mrico
Kelo mrico merupakan kuliner khas Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Cocok untuk pencinta kuliner pedas, kelo mrico ini terdiri dari bahan utama ikan segar yang diberi kuah kuning yang kaya akan rempah.
Nama kelo mrico diambil dari bahasa setempat, yakni kata kelo yang berarti sayuran berkuah dan mrico berarti merica. Seporsi kelo mrico dapat dibeli dengan kisaran harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000 disesuaikan dengan ukuran dan bagian ikan yang disajikan.
Sate Ambal
Kuliner sate berikutnya datang dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Nama sate ambal diambil langsung dari sebuah desa di Kebumen, yakni Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate ambal memiliki keistimewaan yang terletak pada pengolahan dan saus yang melengkapi sate.
Saat proses pengolahan, khususnya sebelum dibakar, daging ayam telah dimarinasi atau direndam dalam bumbu rempah-rempah rahasia selama minimal dua jam. Bumbu yang meresap, membuat cita rasa sate ambal semakin terasa empuk dan sangat gurih.
Sementara itu, dalam penyajiannya, sata ambal disajikan bersama saus berwarna kuning kecokelatan yang terbuat dari tempe rebus yang dihaluskan dan dimasak bersama belasan jenis rempah-rempah. Untuk menikmati kuliner ini, wisatawan bisa membeli dengan harga yang dimulai dari Rp20.000 hingga Rp35.000 tergantung kemasan dan tempat.
Nasi Megono
Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah memiliki kuliner khas yang cocok disantap saat pagi hari sebagai menu sarapan, yakni nasi megono. Kuliner ini merupakan seporsi nasi yang dicampur dengan daun kol hijau dan parutan kelapa yang telah dikukus terlebih dahulu dengan bumbu.
Biasanya, nasi megono disajikan bersama dengan berbagai jenis lauk, seperti tempe kemul, tahu bacem, hingga peyek teri. Ramah di kantong, seporsi nasi megono pada umumnya dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp4.000 hingga Rp20.000 disesuaikan dengan isi lauk dari nasi megono.
Sroto Sokaraja
Mempunyai cita rasa yang unik, Sroto Sokaraja menjadi kuliner khas yang wajib dicoba jika berlibur ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hal yang membedakan Sroto Sokaraja dengan soto di daerah lainnya adalah terletak pada penyajiannya.
Sroto Sokaraja berisi ketupat, sambal kacang, tauge, dan kerupuk. /Istimewa-visitjawatengah.jatengprov.go.id
Di daerah lain, kuliner soto biasa disajikan dengan nasi, namun Sroto Sokaraja disajikan dengan ketupat, sambal kacang, tauge, dan kerupuk warna-warni. Selain itu, sambal kacang dari Sroto Sokaraja memiliki cita rasa gurih dan agak sedikit pedas. Soto ini juga cocok dinikmati dengan mendoan. Seporsi Sroto Sokaraja dapat dibeli dengan kisaran harga Rp13.000 hingga Rp40.000 disesuaikan dengan isiannya.
Nasi Pager
Nasi pager merupakan kuliner khas Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, khususnya menjadi menu sarapan khas kecamatan Godong. Dulunya, makanan ini hanya bisa dijumpai di tiga desa, yakni Godong, Bugel, dan Ketitang.
Namun, kini Nasi Pager sudah bisa dijumpai di berbagai daerah di Kabupaten Grobogan. Nasi pager merupakan makanan yang berisi sajian nasi dengan urap sayuran dan diguyur sambal kacang serta toping berupa serundeng asin.
Makanan ini dinamai nasi pager karena sayuran yang dipakai dalam makanan ini banyak ditemukan di halaman rumah sebagai pagar hidup. Seporsi nasi pager dapat dibeli dengan harga yang sangat terjangkau dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 disesuaikan dengan lokasi dan tambahan lauk.
Sate Winong
Kuliner sate berikutnya berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yakni Sate Winong yang terletak di Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kutoarjo. Sate winong merupakan sate yang berbahan dasar menggunakan daging kambing muda yang dibakar secara tradisional menggunakan arang.
Keistimewaan yang dimiliki Sate Winong terdapat pada cita saus kecap sate. Saus kecap Sate Winong terbuat dari gula kelapa dengan campuran bumbu yang membuat rasanya berbeda dengan sate pada umumnya. Seporsi Sate Winong dapat dibeli dengan kisaran harga Rp30.000 hingga Rp40.000 tergantung dengan tempat penjualan. (Fadya Jasmin Malihah)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56