Bisnis.com, JAKARTA— Emiten perunggasan PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) menyambut positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut mengerek kinerja perseroan.
Fadhl Muhammad Firdaus, Direktur Janu Putra Sejahtera, menyatakan perseroan siap menyambut prospek cerah industri perunggasan. Pihaknya optimistis setiap perkembangan yang berpotensi memajukan industri perunggasan nasional pasti akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perseroan.
Fadhl menambahkan bahwa perseroan merupakan salah satu perusahaan yang mengantongi izin kuota impor grand parent (GP) indukan ayam di Indonesia. Karena itu, perseroan sangat optimistis bisa memberikan kontribusi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan ayam di Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Janu Putra Sejahtera (AYAM) punya peluang menjadi salah satu rekanan pemenuhan ayam sesuai target pemerintah. Secara operasional, saat ini manajemen fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan pengembangan pasar untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (19/11/2025).
Fadhl menambahkan bahwa seperti yang telah disampaikan dalam laporan tahunan, perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan. Peningkatan kinerja signifikan akan terjadi pada 2025.
Untuk mengejar target tersebut, AYAM berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dengan memperluas jaringan kandang ayam broiler modern dan meningkatkan efisiensi rumah potong ayam.
Perusahaan juga akan melakukan diversifikasi produk untuk memperkuat bisnis hilir dengan menawarkan produk olahan ayam bernilai tambah.
“Selain itu, kami melakukan penguatan pangsa pasar dengan memperluas distribusi ke pasar-pasar baru di dalam negeri maupun potensi ekspor, sejalan dengan proyeksi surplus produksi unggas nasional,” tutur Fadhl.
Dari sisi perdagangan bursa, harga saham AYAM ditutup menguat di level Rp314 pada Selasa (19/11), melonjak 9,03%. Harga sempat menyentuh level tertinggi harian (ATH) di Rp338. Aktivitas perdagangan yang padat menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap saham berkapitalisasi pasar kecil tersebut.
Sebulan terakhir saham AYAM menguat 75% dari level Rp177 pada 20 Oktober 2025. Secara year to date saham AYAM telah menguat lebih dari 119% dari level 142 per lembar di awal tahun.
Lonjakan harga saham AYAM didukung pula oleh pertumbuhan jumlah investor retail yang terus meningkat. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah pemegang saham AYAM per 31 Oktober 2025 tercatat sebanyak 2.261 investor, mengalami peningkatan sebanyak 94 investor dari bulan sebelumnya yang berjumlah 2.167 investor. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap saham emiten perunggasan tersebut.
Saham AYAM juga tersengat sentimen rencana Danantara untuk mengucurkan dana investasi senilai Rp20 triliun ke sektor peternakan ayam pedaging dan petelur, khususnya rantai pasok ayam untuk MBG.
Menanggapi fenomena ini, Fadhl melihat sentimen positif yang berkembang di pasar sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek bisnis AYAM.
“Terkait isu investasi besar di sektor ini, kami optimistis bahwa setiap perkembangan yang berpotensi memajukan industri perunggasan nasional pasti akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perseroan,” ujarnya.