Bisnis.com, JAKARTA – Emiten laboratorium kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) menjalin kerja sama dengan mitra internasional di sejumlah negara Asia. Manajemen menerangkan, upaya ini dilakukan dalam rangka memperkuat posisi Prodia dalam pelayanan diagnostik di tingkat internasional.
Direktur Utama ProdiaDewi Muliaty mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama mitra dariTimor Leste, Taiwan, dan Malaysia. Kerja sama ini dilakukan Prodia untuk dapat menjadi laboratorium rujukan di wilayah Asia Tenggara.
"Dengan membangun kolaborasi strategis di kawasan Asia, Prodia ingin menunjukkan bahwa layanan diagnostik unggulan karya negeri mampu bersaing di tingkat global. Selain memperkuat daya tawar Indonesia di sektor kesehatan, langkah ini juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian melalui pemasukan devisa," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (16/10/2025).
Nantinya, sampel dari sejumlah negara ini bakal dikirimkan keProdia National Referral Laboratory (PNRL). Melalui PNRL, Prodia bakal memastikanstandar mutu pemeriksaan tetap konsisten sesuai bestpractice internasional.
Tidak hanya itu, upaya ini juga memungkinkan Prodia untuk memberikan pemeriksaan laboratorium bagi pasien yang tengah melakukanmedical tourismdi Indonesia.
"Inisiatif ini memperkuat posisi Prodia sebagai mitra global yang menghadirkancontinuity of care, sekaligus menjadikan Indonesia bagian penting dalam ekosistem layanan kesehatan internasional," tegasnya.
Sementara itu,Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menerangkan bahwa langkah ini mendorong Prodia untuk memperluas pasar sembari memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia di pasar Asia.
Ke depannya, Prodia disebut bakal terus melakukan inovasi dan kolaborasi guna menghasilkan layanan diagnostik berstandar global. Hal itu sejalan dengan rencana besar Prodia untuk mendukung kemandirian industri kesehatan nasional dan memperkuat daya saing industri kesehatan Tanah Air di kancah global.
"Dengan demikian, Prodia tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai motor penggerak nilai tambah bagi bangsa di kancah internasional," katanya dalam kesempatan yang sama.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.