Bisnis.com, JAKARTA — Emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) atau CDI Group mencatatkan laba bersih US$83,5 juta atau setara dengan Rp1,38 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2025.
Direktur CDIA Jonathan Kandinata, mengatakan realisasi laba bersih tersebut didukung oleh operasional dan pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan.
Dia menambahkan Liquidity Pool perusahaan sebesar US$705,4 juta, diperkuat oleh pinjaman baru dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., meningkatkan kapasitas untuk berinvestasi dan tumbuh secara berkelanjutan.
"Kinerja ini menegaskan efektivitas strategi kami dalam membangun platform infrastruktur terdiversifikasi di sektor energi, air, logistik, pelabuhan, dan penyimpanan," kata Jonathan dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).
Dia menambahkan selama periode tersebut, CDI Group semakin memperkuat basis permodalannya melalui berbagai inisiatif pendanaan terdiversifikasi, termasuk fasilitas pinjaman senilai Rp2 triliun dari BTN, dilengkapi dengan fasilitas eksisting dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon), tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO pada Juli 2025.
Menurutnya, seluruh inisiatif tersebut secara kolektif memperkuat ketahanan finansial CDI Group dan memposisikan Grup untuk melanjutkan pertumbuhan jangka panjang di seluruh pilar bisnisnya.
Dia menuturkan dengan memanfaatkan momentum dari akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima) dan peluncuran fasilitas cold storage melalui Chandra Cold Chain sebelum IPO, CDI Group memperluas jejaknya di logistik darat. Grup juga telah menambah 20 truk baru untuk memperluas cakupan kargo di wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, dan Bali.
Sejalan dengan upaya tersebut, lanjutnya, CDI Group memperkuat platform logistik maritim melalui pembangunan dua kapal pengangkut gas etilena, dan penambahan kepemilikan saham di PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM), sehingga meningkatkan skala dan efisiensi operasional.
Pada saat yang sama, CDIA juga memperkuat portofolio energi terbarukan, dengan melanjutkan ekspansi kapasitas tenaga surya menjadi 11 MWp pada November 2025.
Sebelumnya, melalui anak usahanya di bidang energi, PT Krakatau Chandra Energi (KCE), CDIA tengah mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,7 MWp di Cilegon, Banten. Proyek tersebut akan menambah total kapasitas PLTS CDI Group menjadi 11 MWp, dan ditargetkan beroperasi pada November 2025.
Presiden Direktur CDI Group Fransiskus Ruly Aryawan menyampaikan pencapaian ini menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap bauran energi nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia.
“Portofolio PLTS CDI Group dengan total kapasitas 11 MWp yang tersebar di Kawasan Industri Krakatau maupun di lokasi lain pada skala nasional ini menunjukkan komitmen kami dalam menghadirkan energi bersih. Ke depan, kami berkomitmen untuk memperluas kapasitas PLTS sebagai bagian dari strategi jangka panjang CDI Group dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” paparnya dalam siaran pers, Kamis (16/10/2025).
Langkah ekspansi berkelanjutan ini memperkuat posisi CDI Group sebagai pemain penting di sektor energi hijau dan mendukung target pengurangan emisi karbon nasional. Dengan total kapasitas 11 MWp, portofolio PLTS CDI Group diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga hampir 10.000 ton CO₂eq per tahun, setara dengan penyerapan karbon dari lebih dari 469.000 pohon.
Tak hanya memperluas kapasitas energi, CDI Group juga memperkuat lini logistiknya melalui pembelian dua kapal chemical vessel berkapasitas 9.000 Deadweight Tonnage (DWT) dari Jepang. Kapal ini dirancang untuk mengangkut bahan kimia di jalur pelayaran domestik maupun internasional dan dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I/2026.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.