Bisnis.com, JAKARTA — PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) menyusun sejumlah rencana ekspansi untuk membidik laba bersih lebih dari Rp1 triliun pada 2027.
Dalam risetnya, Analis Indo Premier Sekuritas Aurelia Barus dan Belva Monica menjelaskan bahwa IRSX saat ini bertumpu pada beberapa lini bisnis, mulai dari Folago Social Commerce dan Live Entertainment hingga Folago Go yang mencakup produk makanan dan minuman, hotel, serta atraksi. Perseroan juga tengah memperluas cakupan usaha ke Folago Pictures serta Folago AI Commerce & Digital Twin.
“Ke depan, Folago juga berpotensi memperluas bisnisnya ke platform lain. Saat ini IRSX menggandeng sekitar 47.000 kreator, termasuk 100 kreator top tier, dan didukung oleh in-house education center untuk pengembangan kreator,” tulis Aurelia dan Belva dikutip Kamis, (4/12/2025).
Dalam laporan tersebut, Indo Premier mencatat Folago membukukan gross merchandise value (GMV) social commerce sekitar Rp3 triliun sepanjang 2024. Kreator top mampu menghasilkan sekitar Rp5 miliar GMV per bulan, sedangkan kreator mikro mencatat Rp5 juta–Rp10 juta per bulan. IRSX memperoleh pendapatan 30%-50% dari biaya kreator.
Selain itu, terdapat potensi pertumbuhan tambahan mengingat multi-channel network (MCN) baru mencakup sekitar 20 % dari GMV TikTok Indonesia, dengan IRSX tercatat sebagai salah satu dari tiga pemain terbesar.
Pada pasar live gifting, IRSX memperoleh komisi 17% ketika gift diterima melalui akun kreator dan 67% ketika sesi streaming berlangsung melalui akun IRSX. Adapun pasar live gifting nasional diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun per bulan atau sekitar Rp15,6 triliun per tahun.
Indo Premier Sekuritas juga menyoroti rencana IRSX memasuki segmen film pendek melalui platform berbasis aplikasi Tidak Tidur, yang akan dimonetisasi melalui model langganan dan penempatan produk.
Folago juga tengah mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan artifisial (AI), termasuk uji coba video pendek berbasis AI serta pembuatan aktris digital-twin. Teknologi tersebut ditargetkan mampu mempercepat produksi konten dan menekan biaya, dengan sasaran menghasilkan hingga 1.000 klip promosi sekaligus dengan tingkat keberhasilan 40–50 %.
Untuk mendukung rencana ekspansi, IRSX menargetkan pelaksanaan rights issue senilai Rp3 triliun pada Februari–Maret 2026. Manajemen menyampaikan bahwa investor asal China berpotensi berpartisipasi dalam aksi korporasi ini.
Di sisi lain, Folago tengah mengevaluasi sedikitnya dua peluang akuisisi baru. Apabila keseluruhan strategi ekspansi berjalan sesuai rencana, manajemen IRSX memproyeksikan laba bersih perseroan dapat melampaui Rp1 triliun pada tahun buku 2027